Survei Ipsos: SeaBank Jadi Bank Digital Paling Dipercaya Konsumen

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Ipsos Indonesia merilis survei terbaru mengenai kepercayaan masyarakat terhadap bank digital pada Jumat (19/9/2025). Survei ini dilakukan secara online melalui Ipsos Digital Platform dengan melibatkan 300 responden pria dan wanita berusia 18–55 tahun dari berbagai wilayah di Indonesia. Responden yang ikut serta wajib memiliki akun bank digital dan menggunakannya minimal sekali sebulan.

Data Bank Indonesia mencatat tren positif pertumbuhan perbankan digital di Indonesia. Pada November 2024, transaksi perbankan digital tumbuh 40,1% secara tahunan (Year on Year/YoY). Tren ini berlanjut di 2025 dengan proyeksi kenaikan transaksi pembayaran digital sebesar 52,3%. Hingga Juli 2025, pertumbuhan transaksi digital masih tercatat tinggi, yakni 45,3% YoY.

Survei Ipsos menunjukkan aplikasi SeaBank menjadi pilihan utama konsumen dengan 47% responden menilai layanan ini aman dan mudah digunakan untuk transaksi harian. Posisi berikutnya ditempati Bank Jago dengan 30% dan Neo Bank dengan 27%.

Faktor yang membuat masyarakat memilih bank digital antara lain kemudahan transaksi dan rasa aman. Sebanyak 48% responden merasa puas dengan layanan pembayaran QRIS di SeaBank, diikuti Superbank (45%) dan Neo Bank (45%). Untuk gratis transfer antar-bank, SeaBank dipilih 51% responden, selaras dengan Superbank (48%) dan Neo Bank (42%). Kemudahan top-up e-wallet juga jadi alasan, dengan 53% responden menilai SeaBank unggul, disusul Bank Jago (46%) dan Superbank (44%). Dari sisi keamanan dan interkoneksi aplikasi digital lain, 53% puas dengan SeaBank, lalu Bank Jago (45%) dan Allo Bank (41%).

“Di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya sikap waspada konsumen, masyarakat semakin mencari layanan finansial yang aman, transparan, dan efisien. Fakta bahwa aplikasi bank digital kian dipilih dalam transaksi sehari-hari, memperlihatkan pentingnya kepercayaan dan kemudahan bertransaksi digital di Indonesia,” ujar Hansal Savla, Managing Director Ipsos Indonesia.

Survei ini juga menemukan Gen Z dan Milenial sebagai pengguna paling aktif bank digital. Mereka rata-rata melakukan 1–10 kali transaksi per bulan, mulai dari transfer, top-up e-wallet, pembayaran QRIS, menabung, hingga bayar tagihan rutin.

Hasil ini menunjukkan bank digital makin relevan untuk kebutuhan generasi muda. “Bank digital bukan hanya mengenai kemudahan bertransaksi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Di masa yang akan datang, kami melihat peran generasi muda akan semakin dominan dalam membentuk arah perkembangan ekosistem perbankan digital di Indonesia,” tutup Hansal Savla.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Targetkan Dampak Ekonomi Rp200 Miliar, BTN JAKIM 2026 Siap Digelar Lebih Masif

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (JAKIM)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru