STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melalui anak usahanya PT Adhi Persada Properti (APP), terus memperkuat posisinya sebagai pengembang properti nasional. Hal ini dilakukan Perseroan melalui pengembangan sejumlah proyek landed housing di berbagai wilayah strategis Indonesia.
Harry Wibowo, Direktur Utama APP dalam keterangan tertulis mengatakan, rumah adalah fondasi utama kehidupan keluarga. Karena itu, APP tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penciptaan nilai sosial dan ekonomi di sekitar kawasan hunian.
“Kami berkomitmen menghadirkan hunian yang mengedepankan kualitas memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya
Sebagai entitas Adhi Karya, jelas Harry, APP juga turut mendukung program strategis pemerintah dalam upaya menyediakan hunian layak bagi masyarakat. Melalui proyek-proyek landed housing ini, APP memperkuat dukungannya terhadap Program Pemerintah 3 Juta Rumah, yang bertujuan memenuhi kebutuhan perumahan nasional dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Ke depan, menurut Harry, APP akan terus memperluas portofolionya, baik di sektor landed housing maupun high-rise residential, dengan mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan, kualitas bangunan yang teruji, serta aksesibilitas yang mendukung mobilitas masyarakat modern.
Dengan membangun ribuan unit rumah, Adhi Persada Properti (APP) telah hadir sebagai penyedia hunian berkualitas yang menjawab kebutuhan masyarakat modern. Adapun beberapa proyek unggulan APP antara lain:
- Taman Dhika Sidoarjo Kota – menghadirkan lebih dari 1.200 unit rumah modern dengan akses mudah ke pusat kota, menyasar masyarakat produktif di Sidoarjo dan Surabaya.
- The Anggana Village – sebanyak 330 unit hunian ramah keluarga untuk segmen menengah, dengan lokasi strategis di kawasan pengembangan baru.
- Taman Dhika Batu Tulis, Bogor – sebanyak 113 unit hunian yang memadukan kenyamanan, lingkungan hijau, dan akses transportasi yang mudah.
Menurut Harry, dengan total lebih dari 1.700 unit hunian, APP tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga mendorong terbentuknya multiplier effect seperti terbukanya lapangan kerja, tumbuhnya UMKM lokal, hingga meningkatnya nilai investasi kawasan. (konrad)
