STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) merespon kabar yang menyebut perseroan akan diakuisisi oleh Harita Group. Manajemen menegaskan informasi yang beredar di sejumlah media online tidak benar.
Direktur Utama HBAT, Go Ronny Nugroho, menyampaikan klarifikasi tersebut dalam Paparan Publik secara daring di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
“Mengenai masalah dicaplok, sebetulnya dalam hal ini kita pernah ada berita-berita itu mau dicaplok atau diakuisisi oleh Harita Group. Dalam kesempatan ini kami selaku manajemen PT Minahasa Membangun Hebat Tbk menjawab dengan jelas bahwa isu yang terbit di beberapa media online itu tidak benar. Hingga saat ini PT Minahasa Membangun Hebat tidak pernah menyatakan diakuisisi oleh grup mana pun,” kata Ronny.
Selain menepis isu akuisisi, HBAT juga memaparkan pandangannya terhadap prospek industri properti pada 2026. Perseroan menilai sektor properti masih menghadapi berbagai tantangan seiring belum pulihnya minat konsumen secara penuh.
Menurut Ronny, kondisi tersebut dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang masih terbatas serta meningkatnya kehati-hatian konsumen dalam mengambil keputusan pembelian properti.
HBAT juga mencermati dampak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia terhadap pasar properti. Kenaikan suku bunga dinilai berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat dan keputusan pembelian rumah melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
“Dikarenakan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,50% yang berpotensi mempengaruhi daya beli konsumen dan keputusan pembelian melalui fasilitas KPR. Kenaikan suku bunga acuan menjadi 5,50% diperkirakan akan membuat pasar bergerak lebih selektif,” ujar Ronny.
Meski demikian, perseroan melihat peluang pertumbuhan masih terbuka. Kebutuhan riil masyarakat terhadap hunian dinilai tetap menjadi faktor pendukung bagi sektor properti.
Ronny mengatakan segmen hunian rumah tapak masih memiliki prospek yang cukup positif dan menjadi primadona dibandingkan sektor properti lainnya. Produk rumah tapak menawarkan nilai tambah berupa konsep ramah lingkungan serta fitur yang mendukung fleksibilitas aktivitas masyarakat.
“Segmen hunian rumah tapak menawarkan nilai tambah seperti konsep ramah lingkungan dan fitur yang mendukung fleksibilitas aktivitas,” ujarnya.
Selain itu, dukungan pemerintah melalui berbagai kebijakan, termasuk insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN), diharapkan dapat membantu meningkatkan minat masyarakat untuk memiliki hunian.
Untuk menghadapi tantangan pasar, HBAT menyiapkan sejumlah langkah strategis. Perseroan mempercepat penyelesaian unit-unit hunian yang telah memasuki tahap akhir pembangunan dengan tetap menjaga kualitas bangunan.
HBAT juga mengoptimalkan proses perencanaan dan konstruksi proyek-proyek baru agar pengembangan berjalan lebih efisien dan sesuai kebutuhan pasar.
Di sisi pemasaran, perseroan memperkuat strategi untuk meningkatkan daya tarik produk sekaligus mendorong penjualan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
“Perseroan tetap berhati-hati dalam menyusun strategi bisnis 2026 dengan fokus pada penguatan pemasaran, efisiensi operasional, dan pengembangan produk yang sesuai dengan daya beli masyarakat. Dengan pendekatan tersebut perseroan berharap besar dapat mempertahankan daya saing dan memanfaatkan peluang pertumbuhan yang ada,” kata Ronny.
Sebagai pengembang properti yang berbasis di Minahasa, Sulawesi Utara, HBAT mengaku tetap mampu bersaing di tengah keberadaan sekitar 60 pengembang yang telah lebih dahulu beroperasi di wilayah tersebut.
Perseroan mencatat aktivitas pembangunan dan penjualan berjalan stabil sepanjang tahun. Kawasan perumahan yang dikembangkan juga diklaim berada di lokasi yang dinamis, strategis, dan terintegrasi dengan berbagai sarana serta prasarana pendukung.
Untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan, HBAT fokus pada kualitas bangunan, desain, kelengkapan infrastruktur, inovasi produk, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
“Inovasi produk, pemanfaatan insentif Pemerintah, transformasi digital dan pemasaran kreatif, penguatan legalitas dan transparansi, pembangunan berkelanjutan, konsep bangunan hijau, adalah sederet kebijakan dan strategi Perseroan dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada,” ujar Ronny.

