Rukun Raharja Bentuk Subholding Midstream, Buka Peluang IPO Setelah Konsolidasi Internal Rampung

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tengah menyiapkan langkah besar dengan membentuk subholding di lini bisnis midstream. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat struktur bisnisnya. Rencana tersebut juga membuka peluang bagi RAJA untuk membawa anak usahanya melantai di bursa.

Direktur Utama PT Rukun Raharja Tbk, Djauhar Maulidi, menjelaskan perusahaan ingin memperkuat fondasi bisnis midstream yang selama ini masih tersebar di beberapa unit usaha.

“Jadi terkait dengan subholding di midstream, tadi saya sudah bilang beberapa perusahaan kami scatter, jadi bisnisnya kecil-kecil dan fragmentasi. Jadi kami mau lebih bold dan fokus sehingga midstream kami lebih kuat, lebih tangguh ke depannya,” ujar Djauhar Maulidi, dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (27/10/2025).

Ia menambahkan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah konsolidasi internal untuk menata ulang struktur bisnis sebelum mengarah ke rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). “Jadi tentunya kami akan melakukan suatu konsolidasi internal dulu, apakah bentuknya nanti subholding instasi, akusisi antagrup dan segala macam, ya tentunya di tahun depan akan dilakukan stabilisasi dulu,” ujarnya.

Menurut Djauhar, peluang IPO tetap terbuka jika bisnis midstream sudah menunjukkan performa keuangan yang stabil dan prospek pertumbuhan yang kuat. “Jadi tentu kalau IPO kami melihat peluang, apakah peluang itu ada, kami akan lihat. Tentunya kalau sudah bagus, sudah stabil income-nya dan punya future, baik itu growth dan segala macam, tentu peluang itu akan kami exercise untuk dilakukan IPO. Tunggu saja,” katanya.

Sementara itu, Ogi Rulino, Direktur Investment & Risk Management RAJA, menuturkan perusahaan kini memiliki empat lini bisnis utama, yakni upstream, midstream, downstream, dan new initiative.

“Upstream, seperti yang kita ketahui bersama, itu sudah IPO, yaitu dengan PT Raharja Energi Cepu (RATU),” kata Ogi.

Ia menambahkan, pembentukan subholding midstream saat ini sedang dalam tahap akhir dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. “Midstream saat ini sedang dibenahi. Subholding daripada midstream ini insya Allah akan diselesaikan sebelum akhir tahun ini, awal tahun 2026 subholding tersebut sudah beroperasi dengan penuh,” jelas Ogi.

Terkait rencana IPO subholding tersebut, Ogi mengatakan RAJA masih akan menyesuaikan dengan kondisi pasar dan kesiapan internal. “Apakah skema-skema IPO itu akan menjadi mengikuti seperti RATU? Kita akan melihat peluangnya ke depan, kita akan melihat tentu dari market dan juga kesiapan dari pihak kami sendiri,” ujarnya.

Langkah pembentukan subholding ini menjadi bagian dari strategi RAJA untuk memperkuat posisi di industri energi nasional dan mendorong efisiensi serta nilai tambah bagi seluruh lini bisnis yang dimiliki.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bank Mandiri Tebar Dividen Jumbo Rp44,47 Triliun dan Buyback Saham Rp1,17 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)...

Daftar Lengkap Susunan Pengurus Baru Bank Mandiri (BMRI) Pasca RUPST

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)...

Lippo Karawaci (LPKR) Siap Jual Kembali 20.700.600 Lembar Saham Tresuri

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Manajemen PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengumumkan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru