back to top

Wall Street Kompak Melemah Selama Sepekan, Nasdaq Catat Pekan Terburuk Sejak April

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Wall Street ditutup bervariasi pada penutupan perdagangan Jumat (7/11/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (8/11/2025) WIB. Indeks Nasdaq kembali melemah dan mencatat pekan terburuk sejak April akibat tekanan dari saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York naik 74,8 poin atau 0,16% menjadi 46.987,1. Indeks S&P 500 (SPX) juga menguat tipis 8,48 poin atau 0,13% ke level 6.728,8. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, turun 49,455 poin atau 0,22% ke posisi 23.004,538.

Pada titik terendah hari itu, Nasdaq sempat anjlok 2,1%, sedangkan S&P 500 turun 1,3% dan Dow melemah lebih dari 400 poin atau sekitar 0,9%.

Pasar saham sempat berbalik arah setelah Senator Minoritas Chuck Schumer dari Partai Demokrat mengusulkan rencana baru kepada Partai Republik untuk mengakhiri penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat yang telah memecahkan rekor terlama. Dalam proposal itu, pemerintah akan diberikan pendanaan sementara dengan imbalan perpanjangan satu tahun untuk kredit pajak program Affordable Care Act.

Kekhawatiran investor terhadap perekonomian AS semakin meningkat di tengah kondisi ini. Survei dari University of Michigan menunjukkan sentimen konsumen mendekati level terendah sepanjang masa. Data ini muncul sehari setelah laporan dari Challenger, Gray & Christmas mengungkap pengumuman PHK di Oktober mencapai level tertinggi dalam 22 tahun terakhir.

Penutupan pemerintahan membuat data ekonomi penting tertunda. Biro Statistik Tenaga Kerja seharusnya merilis laporan ketenagakerjaan non-pertanian pada Jumat, tetapi untuk bulan kedua berturut-turut tidak dapat melakukannya. Ekonom yang disurvei Dow Jones sebelumnya memperkirakan penurunan 60.000 lapangan kerja dan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,5%.

Senat dijadwalkan melakukan pemungutan suara pada Jumat untuk memajukan rancangan undang-undang pendanaan sementara yang telah disetujui DPR. Penutupan pemerintahan terlama ini telah mengganggu aktivitas ekonomi, termasuk menyebabkan gangguan penerbangan akibat kekurangan pengatur lalu lintas udara yang bekerja tanpa gaji sejak Oktober.

Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, mengatakan pada Rabu bahwa pihaknya akan memangkas 10% jadwal penerbangan di 40 bandara besar mulai Jumat. Kebijakan ini diperkirakan memengaruhi 3.500 hingga 4.000 penerbangan setiap hari. Hingga Jumat pagi, lebih dari 700 penerbangan di AS sudah dibatalkan.

Leah Bennett, Kepala Strategi Investasi di Concurrent Asset Management, mengatakan kepada CNBC, “Tidak ada yang suka berada dalam kegelapan, dan kita sudah cukup lama berada dalam situasi tanpa data pemerintah, tapi saya pikir perilaku pasar bisa semakin terpengaruh.” Ia menambahkan, “Itu menunjukkan alasan mengapa valuasi saham setidaknya dalam jangka pendek akan terus tergerus.”

Selama sepekan, ketiga indeks utama Wall Street kompak melemah. Nasdaq turun sekitar 3%, menjadi penurunan lima hari terburuk sejak pekan yang berakhir 4 April, ketika indeks anjlok 10%. S&P 500 dan Dow Jones masing-masing kehilangan lebih dari 1% dalam sepekan.

Saham-saham teknologi besar menjadi penekan utama. Saham Oracle turun hampir 2% pada perdagangan Jumat, sehingga mencatat penurunan sekitar 9% dalam sepekan. Advanced Micro Devices (AMD) juga turun hampir 9%, sementara Broadcom melemah lebih dari 5% sepanjang pekan.

Sebelumnya, saham AI seperti Nvidia, AMD, Tesla, dan Microsoft juga mengalami penurunan tajam pada Kamis yang menyeret pasar lebih rendah.

Meski begitu, Bennett menilai koreksi ini bukan pertanda berakhirnya tren investasi di sektor AI. “AI spending is still here,” ujarnya. Ia menambahkan, “Rally AI yang kita lihat saya pikir akan berlanjut. Sulit menebak kapan puncaknya, tapi saya tidak yakin kita sudah sampai di akhir.”

- Advertisement -

Artikel Terkait

Perang Timur Tengah Makin Panas, Bursa Saham Eropa Rontok Berjamaah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Abaikan Perang Iran, Wall Street Melesat Berjamaah! Indeks Dow Jones Lompat 200 Poin Lebih

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru