Pendapatan Naik 54,8%, BUMN Karya Ini Sukses Pangkas Rugi Bersih 45,59% di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) sukses menekan rugi bersih pada kuartal I 2026. Perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp678,03 miliar. Angka ini menyusut 45,59% dibandingkan rugi Rp1,25 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Berdasarkan laporan keuangan interim per Maret 2026 yang dipublikasikan Kamis (23/4/2026) pendapatan usaha Perseroan melonjak 54,86% menjadi Rp2,10 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, WSKT hanya meraih pendapatan Rp1,35 triliun.

Penyumbang utama pendapatan WSKT berasal dari jasa konstruksi senilai Rp1,60 triliun. Selain itu, pendapatan jalan tol berkontribusi sebesar Rp322,78 miliar. Penjualan beton pracetak (precast) menyumbang Rp102,89 miliar. Sementara itu, bisnis properti serta hotel mendatangkan pendapatan masing-masing Rp26,02 miliar dan Rp22,97 miliar.

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan WSKT turut membengkak. Pos biaya ini naik dari Rp1,10 triliun menjadi Rp1,92 triliun. Hal tersebut menyebabkan laba bruto Perseroan terkoreksi menjadi Rp175,06 miliar, dari sebelumnya Rp255,29 miliar pada kuartal I 2025.

Penurunan rugi bersih WSKT didorong oleh perbaikan pada pos pendapatan lain-lain bersih. Perseroan mencatat pendapatan lain-lain sebesar Rp410,91 miliar. Kondisi ini berbalik dari tahun sebelumnya yang mencatatkan beban lain-lain sebesar Rp297,58 miliar. Di sisi lain, beban keuangan masih cukup tinggi meski turun tipis menjadi Rp895,27 miliar dari sebelumnya Rp901,75 miliar.

Manajemen menegaskan integritas data keuangan tersebut. “Seluruh informasi dalam laporan keuangan konsolidasian telah dimuat secara lengkap dan benar,” tulis Muhammad Hanugroho (Direktur Utama) dan Wiwi Suprihatno (Direktur Keuangan) dalam Surat Pernyataan Direksi.

Dari sisi neraca keuangan, total aset WSKT per 31 Maret 2026 mencapai Rp68,89 triliun. Angka ini turun 2,60% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp70,73 triliun. Penurunan aset terutama dipicu oleh berkurangnya kas dan setara kas menjadi Rp3,05 triliun.

Total liabilitas Perseroan juga mengalami penurunan menjadi Rp65,95 triliun per Maret 2026, dari sebelumnya Rp67,06 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, ekuitas WSKT tercatat sebesar Rp2,94 triliun, menyusut dari posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp3,67 triliun.

Perseroan masih menghadapi tantangan likuiditas jangka pendek. Total liabilitas lancar mencapai Rp19,03 triliun, sedangkan total aset lancar hanya sebesar Rp15,25 triliun. Manajemen WSKT terus melakukan delapan inisiatif penyehatan keuangan. Langkah ini termasuk kemitraan strategis jalan tol dan restrukturisasi utang induk serta anak usaha untuk menjaga kelangsungan usaha.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Terbitkan Obligasi & Sukuk Jumbo Rp5,62 Triliun, MBMA Alokasikan Mayoritas Dana untuk Bayar Utang

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)...

Hasil RUPO: WIKA Kantongi Restu Tunda Bayar Bunga dan Perpanjang Jatuh Tempo Obligasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru