STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mencatat rekor baru sepanjang tahun 2025. BEI mencatat sebanyak 24 kali menorehkan rekor tertinggi sepanjang tahun 2025, termasuk saat menyentuh all time high (ATH) di level 8.711 pada 8 Desember 2025. Demikian disampaikan Iman Rachman, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam konferensi pers Penutupan BEI Tahun 2025″ di Gedung BEI, Jakarta, Selasa, 30 Desember 2025.
Iman menyampaikan, pencapaian tersebut tidak lepas dari kontribusi seluruh pemangku kepentingan di pasar modal Tanah Air. “Setahun ini saya hitung ada 24 kali ATH. Ini tentu bukan hanya kerja OJK, self-regulatory organization (SRO), dan bursa, tapi sumbangsih kita semua termasuk stakeholder pasar modal,” ujarnya.
Hingga Desember 2025, IHSG tercatat telah meningkat 22,1% secara year-to-date (ytd) dan ditutup pada posisi 8.644,26. Seiring dengan penguatan tersebut, kapitalisasi pasar juga melonjak 28,16 persen ytd mencapai Rp15.810 triliun dibanding posisi awal tahun.
Dari sisi penghimpunan dana di pasar modal juga melampaui target. Hingga 29 Desember 2025, tercatat ada 210 aksi penghimpunan dana, termasuk 18 emiten saham baru yang telah memperoleh pernyataan efektif dari OJK.
Adapun total nilai penghimpunan dana mencapai Rp268,14 triliun. Capaian ini melampaui target penghimpunan dana yang sebelumnya dipatok Rp220 triliun.
Demikian pula dengan rata-rata nilai transaksi harian pasar saham menunjukkan peningkatan signifikan di 2025. Hingga Desember 2025, rata-rata nilai transaksi harian melonjak 40,54 persen ytd atau sebesar Rp18,06 triliun. Angka itu naik dari 2024 yang sebesar Rp12,85 triliun.
Di regional, rata-rata nilai transaksi harian Indonesia telah bertengger di posisi kedua se-ASEAN dengan average daily trading value mencapai USD1,09 miliar. Meski Thailand masih memimpin dengan USD1,23 miliar, Indonesia sukses melampaui Singapura, Vietnam, hingga Malaysia.
“Dulu kita cukup jauh tertinggal dari Thailand. Kini kita sudah di atas Singapura, Vietnam, dan Malaysia. Kalau kita benchmarking, RNTH kita kini sudah masuk peringkat 17 dunia,” tutup Iman optimistis.
