Rabu, Januari 21, 2026
27.4 C
Jakarta

Perkuat Energi Nasional, PGEO Eksekusi Proyek PLTP Lumut Balai Berkapasitas 55 Megawatt di Sumatra Selatan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi panas bumi nasional.

Melalui kick-off meeting, PGEO resmi mengeksekusi proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW). Pertemuan ini jadi titik awal pengembangan proyek melalui penguatan koordinasi berbagai fungsi terkait di PGEO.

Direktur Operasi PGEO Ahmad Yani dalam keterangan, Rabu 14 Januari 2026 mengatakan, Kick Off Meeting ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh aspek proyek, baik dari sisi teknis, perizinan, pendanaan, maupun pengelolaan risiko.

Menurut Yani, proyek yang berlokasi di WKP Lumut Balai, Sumatera Selatan ini ditargetkan beroperasi secara penuh (commissioning operation date/COD) pada tahun 2030.

Seiring dengan itu, papar Yani, PGEO juga membangun sinergi yang erat dengan para pemangku kepentingan eksternal, mulai dari pemerintah daerah, kontraktor, masyarakat sekitar, PLN, hingga instansi pemerintah terkait.

“Kolaborasi lintas disiplin dan fungsi ini diarahkan untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan proyek berjalan lancar dan selaras untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan,” kata Yani dalam keterangannya.

Menurut Yani, pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia kini memasuki fase yang semakin krusial, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam RUPTL periode 2025-2034.  Dia menambahkan, proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 ditetapkan sebagai bagian dari arah strategis pemerintah.

Selain itu, proyek ini juga tercatat sebagai proyek strategis dalam Blue Book 2025-2029 Kementerian PPN/Bappenas. Melalui pengembangan ini, PGEO menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas panas bumi nasional secara berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan listrik di Sumatera Selatan.

Yani mengemukakan, inisiatif ini merupakan kelanjutan dari proyek PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW yang telah beroperasi sejak bulan Juni 2025 lalu. “Capaian tersebut memperkuat langkah PGEO dalam mendekati target kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri sebesar 1 gigawatt (GW) dalam 2 – 3 tahun ke depan dan 1,8 GW pada 2033,” ungkapnya.

Seiring dengan arah pengembangan tersebut, PGEO telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 GW dari 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola secara mandiri sebagai fondasi pengembangan jangka panjang.

Selain berkontribusi terhadap pasokan listrik, industri panas bumi juga memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Sepanjang 2010 – 2024, sektor ini mencatatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp21,43 triliun, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi daerah penghasil melalui Dana Bagi Hasil (DBH) yang mencapai Rp10,82 triliun pada periode 2019-2024.

Saat ini, papar Yani, PGEO mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi, serta tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis lainnya, antara lain PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas 110 MW, serta beberapa proyek co-generation bekerja sama dengan PLN. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Tensi Geopolitik Memanas, Harga Emas Dunia Tembus Rekor Baru 4.700 USD

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah...

Pasokan Kazakhstan Terganggu, Harga Minyak Dunia Melaju ke 64,92 USD

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup menguat pada...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru