STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pasar modal saat ini semakin fluktuatif. Pemahaman mendalam terhadap analisis teknikal menjadi instrumen sangat krusial. Hal ini menjadi kunci navigasi risiko dan peluang bagi para trader maupun investor.
Urgensi tersebut mengemuka dalam acara edukatif bertajuk “LaburNusantara”. Acara ini menghadirkan kolaborasi praktisi pasar modal lintas negara.
Pertemuan ini mempertemukan Indrawijaya Rangkuti, MBA. Ia merupakan praktisi trading sekaligus Board of Director International Federation of Technical Analysts (IFTA).
Hadir pula Dato’ Dr. Nazri Khan (DDNK). Sosok asal Malaysia ini merupakan fenomenal yang menyabet gelar Most World Cup Trading Championship Won In A Year pada 2024.
Salah satu fokus utama pertemuan adalah bedah tuntas teknik scalping. Indrawijaya Rangkuti menilai masih banyak miskonsepsi dalam memahami maupun mempraktikkan teknik tersebut.
“Sebagian pihak masih banyak yang tidak tepat memahami bagaimana praktik scalping dilakukan,” ujar Indra.
Melalui LaburNusantara, Indra bersama DDNK meluruskan makna scalping yang sebenarnya. Tujuannya agar trader tidak terjebak spekulasi tanpa dasar teknikal yang kuat.
Dato’ Dr. Nazri Khan membagikan rahasia suksesnya menyapu bersih kemenangan di setiap kuartal World Cup Trading Championship 2024. Analisis teknikal menurutnya bukan sekadar membaca grafik. Ia menekankan pentingnya memahami momentum pasar.
Nazri menyebutkan adanya jeda waktu paling efektif untuk bertransaksi dalam sehari. Waktu khusus ini berkaitan erat dengan pembukaan pasar modal Amerika Serikat. Strategi ini membawanya meraih poin maksimal dalam turnamen kelas dunia.
Meski mahir secara teknis, Nazri mengingatkan kemahiran tersebut harus dibarengi mentalitas benar. Faktor utama penentu hasil akhir adalah disiplin, kesabaran, serta manajemen risiko.
“Informasi edukatif ini bukan bentuk ajakan bertransaksi untuk membuat seseorang mendapatkan cuan secara cepat. Trading memiliki keuntungan dan risiko yang perlu dipahami. Tidak ada jaminan keuntungan,” tegas Nazri.
Acara LaburNusantara ini merupakan buah persahabatan panjang antara Indra dan DDNK sejak 2015. Kegiatan ini turut dihadiri Gideon Lapian selaku Ketua Umum Asosiasi Analis Teknikal Indonesia (AATI). Hadir pula Asep Bagus, Ketua Umum Investor Saham Pemula (ISP) Nasional.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Mereka datang dari berbagai kota seperti Surabaya, Yogyakarta, hingga Medan. Peserta dibekali penggunaan alat (tools) khusus serta materi pasar modal Indonesia, Amerika, hingga komoditas.
Melalui edukasi ini, para trader Indonesia diharapkan memiliki kemandirian analisis. Kemandirian ini penting untuk meraih keberlanjutan investasi di pasar keuangan global tanpa terjebak fenomena ikut-ikutan (FOMO).
