Saat Harga Turun, Phillip Securities Borong 5.077.200 Saham STRK, Kini Kuasai 16,03%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Phillip Securities Pte, Ltd, salah satu pemegang saham PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) menambah porsi kepemilikan dengan memborong sebanyak 5.077.200  lembar (0,05%) sahamnya di emiten distributor minuman beralkohol ini melalui Bursa Efek Indonesia pada 03 Februari 2026.

Seperti dikutip dalam laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke BEI, Kamis 5 Februari 2026, Phillip Securities Pte, Ltd membeli saham STRK pada harga Rp179 per lembar sehingga menggelontorkan dana sebesar Rp908,81 juta.

Setelah pembelian saham tersebut, kepemilikan Phillip Securities Pte, Ltd atas STRK  naik menjadi  1.718.731.800 atas sekitar 16,03% dari sebelumnya sebanyak 1.713.654.600 atau setara dengan 15,98%.

Pada perdagangan seri pertama di Bursa Efek Indonesia, Jumat 6 Februari 2026, saham STRK tercatat turun 3,49% menjadi Rp166 per unit dibanding sehari sebelumnya di Rp172 per unit. Selama sepekan perdagangan, harga saham STRK telah turun 10,88%, dari posisi Rp193 per saham menjadi Rp172 per saham.

PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) adalah perusahaan yang  didirikan pada tahun 2010 di Denpasar, Bali. Perusahaan  tersebut  menjalankan kegiatan usaha dalam bidang industri craft beer. Perseroan mendistribusikan minuman beralkohol dengan merek seperti Stark Craft Beer, Kaja, Nord, dan Arak De’Wan.

Melalui anak usahanya, Perseroan juga memproduksi minuman keras asli buatan mereka sendiri dengan menggunakan bahan-bahan berkualitas, baik lokal maupun impor. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2010 di Denpasar. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Yakin Fundamental Kuat, Presiden Komisaris RELI Borong 10 Juta Saham

STOCKWATCH (JAKARTA) – Presiden Komisaris PT Reliance Sekuritas Indonesia...

Era Media Sejahtera (DOOH) Jual 99% Saham KSP, Segini Nilainya!

STOCKWATCH.ID, JAKARTA – PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH)...

BEI Cabut Suspensi Tiga Saham Sekaligus Mulai 25 Maret 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru