STOCKWATCH (JAKARTA) – PT Astra Graphia Tbk (ASGR) berhasil mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp270,61 miliar (Rp200,61 per saham) pada 2025, tumbuh 32,22% jika dibandingkan Rp204,65 miliar (Rp151,71 per saham) pada tahun 2024.
Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2025 yang dipublikasikan Selasa, 24 Februari 2026, pendapatan bersih ASGR meningkat sebesar 6,27% menjadi Rp2,99 triliun pada 2025, dari Rp2,81 triliun pada periode sama 2024.
Mayoritas pendapatan ASGR tahun 2025 didominasi oleh jasa dan sewa yakni sebesar Rp1,66 triliun atau sekitar 55,74% dari total pendapatan Perseroan. Sementara pendapatan penjualan barang dan pendapatan proyek, masing-masing mengkontribusi sebesar Rp753,08 miliar dan Rp570,38 miliar.
Seiring pendapatan, beban pokok pendapatan ASGR juga naik 4,67% jadi Rp2,26 triliun pada 2026, dari Rp2,16 triliun 2024. Namun, Laba kotor emiten bidang percetakan dan layanan digital tersebut naik 11,619% menjadi Rp724,61 miliar pada 2025, dibanding Rp649,19 miliar pada tahun 2024.
Setelah dikurangi dengan beban usaha dan beban lain-lain, emiten bidang percetakan dan layanan digital dengan aset 3,11 triliun per Desember 2025 itu, mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp341,67 miliar pada 2025, tumbuh 33,34% dari Rp256,23 miliar pada tahun 2024.
ASGR memiliki jumlah kewajiban Rp1,026 triliun pada 2025, meningkat 0,38% dari Rp1,022 triliun per Desember 2024. Ini terdiri dari kewajiban jangka pendek Rp976,64 miliar dan kewajiban jangka panjang Rp50,07 miliar. Total ekuitas emiten percetakan dan layanan digital ini Rp2,09 triliun pada 2025. konrad)
