STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencetak laba bersih tahun berjalan secara konsolidasi sebesar Rp6,93 triliun pada 2025. Angka ini naik 0,53% dibandingkan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasi tahun 2024 sebesar Rp6,9 triliun.
Dalam laporan keuangan BNGA yang terbit di Harian Investor Daily, Kamis (26/2/2026), terungkap, laba tahun berjalan sebelum pajak tercatat senilai Rp8,82 triliun pada 2025, naik 1,11%. Pencapaian kinerja tersebut didorong oleh pendapatan bunga senilai Rp24,67 triliun pada 2025, naik 1,83% dari Rp24,24 triliun pada 2024.
Setelah dikurangi beban bunga Rp11,19 triliun, pendapatan bunga bersih BNGA sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp13,48 triliun atau tumbuh 1,58%. Pada saat yang sama, perseroan membukukan beban operasional selain bunga bersih senilai Rp4,69 triliun, menyusut 4,28% dari Rp4,90 triliun.
Sementara itu, laba operasional BNGA naik 5,02%, dari Rp8,36 triliun menjadi Rp8,78 triliun pada 2025. Pada pos laba nonoperasional terdapat penurunan dari Rp365,81 miliar menjadi Rp43,24 miliar. Ini disebabkan oleh penyusutan pendapatan nonoperasional lainnya dari Rp379 miliar menjadi Rp34,61 miliar.
Adapun kredit Perseroan naik 8,87% dari Rp167,71 triliun pada 2024 menjadi Rp182,59 triliun pada 2025. Sedangkan pembiayaan syariah turun dari Rp60,29 triliun menjadi Rp55,72 triliun. Secara total kredit dan penyaluran pembiayaan BNGA naik 4,5% menjadi Rp238,3 triliun pada 2025.
BNGA mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 3,79% dari Rp260,64 triliun menjadi Rp270,52 triliun pada 2025. BNGA mencatatkan simpanan giro senilai Rp103,08 triliun, tabungan Rp86,38 triliun, dan deposito senilai Rp81,06 triliun. Dana murah (CASA) perseroan tercatat Rp189,5 triliun, tumbuh 10,1%.
