STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Biro Administrasi Efek PT Sinartama Gunita merilis data terbaru kepemilikan saham PT Super Energy Tbk (SURE). Laporan ini merangkum posisi pemegang saham per akhir Februari 2026. Surat pengantar laporan ditujukan langsung kepada Direktur Utama SURE, Agustus Sani Nugroho.
Berdasarkan laporan posisi akhir Februari 2026, jumlah saham SURE yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 1,497 miliar saham. Mayoritas mutlak saham ini ternyata hanya dikuasai oleh dua entitas pemodal besar. Gabungan kepemilikan kedua investor raksasa ini mencapai 1,38 miliar lembar atau setara 92,27%.
Dua pemegang saham besar tersebut adalah PT Super Capital Indonesia dan Tokyo Gas Asia Pte Ltd yang berbasis di Singapura. PT Super Capital Indonesia duduk di kursi pemegang saham pengendali utama. Perusahaan lokal ini menggenggam 881,59 juta lembar saham atau porsi 58,86%. Sementara Tokyo Gas Asia Pte Ltd menguasai sekitar 500,19 juta lembar saham atau 33,40%.
Sebaliknya, jatah saham beredar untuk publik tergolong sangat kecil. Kelompok pemegang saham dengan kepemilikan di bawah 5% ini secara total hanya mendapat 115,79 juta lembar. Angka ini mencerminkan porsi kepemilikan sebesar 7,73% saja. Sebanyak 537 pihak tercatat berbagi porsi minim ini.
Dilihat dari status pemodal, investor domestik tetap memegang kendali utama dengan total porsi 61,79%. Rinciannya, tiga institusi lokal menguasai 883,11 juta lembar (58,97%). Pemodal perorangan lokal sebanyak 528 orang hanya memegang 42,06 juta lembar (2,81%).
Porsi investor asing secara keseluruhan mencapai 38,21%. Sebanyak lima institusi asing tercatat memegang 572,22 juta lembar saham. Pemodal perorangan asing hanya tiga orang dengan kepemilikan 170 ribu lembar (0,01%). Sepanjang Februari 2026, terjadi perpindahan kecil kepemilikan sebanyak 12 ribu lembar saham dari tangan pemodal nasional beralih ke pemodal asing.
Total penyebaran pemegang saham paling banyak berpusat di wilayah DKI Jakarta. Sebanyak 208 pemegang saham berdomisili di ibukota negara ini.
“Laporan bulanan ini memuat daftar komposisi pemegang saham, daftar penyebaran efek, hingga kepemilikan yang mencapai 5% atau lebih,” tulis Manager Operasional PT Sinartama Gunita, Hartono, dalam keterbukaan informasi, Senin (9/3/2026).
