STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (9/3/2026) waktu setempat. Investor merespons negatif gejolak geopolitik di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak dunia.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,63% ke posisi 594,92. Hampir semua sektor dan bursa utama mengalami aksi jual. Sektor minyak dan gas menjadi satu-satunya yang selamat dari koreksi. Indeks CAC 40 Perancis turun 0,98% ke level 7.915,36. FTSE MIB Italia susut 0,29% ke posisi 44.024,96.
Indeks FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,34% ke level 10.249,52. DAX Jerman melemah 0,77% ke posisi 23.409,37. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol anjlok 0,86% ke level 16.928,20.
Pasar saham Eropa tertekan oleh kekacauan pasar global. Harga minyak sempat melesat menembus USD 110 per barel pada hari Minggu. Ini merupakan rekor tertinggi sejak Rusia menginvasi Ukraina pada tahun 2022 lalu.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 5% menjadi USD 95,81 per barel. Minyak mentah acuan internasional Brent diperdagangkan hampir 8% lebih tinggi pada level USD 100 per barel.
Kenaikan tajam harga energi memicu ketakutan akan inflasi tinggi. Perang di Iran langsung mendorong lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Eropa. Di Inggris, imbal hasil Gilt 10 tahun naik 3 basis poin menjadi 4,664%. Gilt 10 tahun merupakan acuan pinjaman pemerintah Inggris.
Imbal hasil Gilt 2 tahun melonjak 13 basis poin mencapai 4%. Imbal hasil Gilt 5 tahun ikut naik 5 basis poin ke angka 4,175%. Di Jerman, imbal hasil Bunds 2 tahun naik 1 basis poin menjadi 2,333%.
Krisis energi ini terjadi usai penutupan Selat Hormuz. Produsen minyak utama Timur Tengah langsung memangkas produksinya. Negara-negara tersebut meliputi Kuwait, Iran, dan Uni Emirat Arab.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merespons situasi ini melalui platform Truth Social pada hari Minggu.
“Kenaikan harga minyak jangka pendek adalah harga yang sangat kecil untuk dibayar demi menghancurkan ancaman nuklir Iran. Hanya orang bodoh yang berpikir berbeda!” tulis Trump.
Aksi jual pasar ikut memukul sejumlah saham perusahaan besar. Saham perusahaan tambang multinasional Inggris, Anglo-American, turun 3,4%. Saham ini jatuh ke posisi terbawah indeks FTSE 100. Saham raksasa kedirgantaraan dan pertahanan, Rolls-Royce, juga merosot 2%.
