Tripar Multivision (RAAM) Catat Pendapatan Bersih Rp180,96 Miliar pada 2026

STOCKWATCH,ID (JAKARTA) – Kinerja keuangan PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) belum pulih. Upaya perbaikan kinerja oleh Manajemen belum mampu mendorong RAAM meraih laba pada tahun lalu. Perseroan masih menderita rugi bersih Rp54,29 miliar di 2025, meski turun 69,6% dari Rp178,76 miliar pada 2024.

Berdasarkan rilis laporan keuangan RAAM  per 31 Desember 2025 yang disampaikan manajemen RAAM, Rabu 1 April 2026,  RAAM membukukan penjualan neto sebesar Rp180,96 miliar pada FY2025, turun 21,1% dari Rp229,34 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan ini sebagian besar mencerminkan jadwal perilisan film dan siklus monetisasi, serta portofolio konten yang lebih selektif pada FY2025.

Sepanjang 2025, Perseroan tidak memproduksi sinetron maupun web series, yang turut menekan monetisasi library dibandingkan tahun sebelumnya. Kendati demikian, kinerja mulai pulih memasuki Kuartal I 2026, ditandai dengan keberhasilan memasok satu judul sinetron ke stasiun televisi free-to-air (FTA) serta diperolehnya kontrak penyediaan library senilai lebih dari Rp45 miliar.

Dari sisi neraca, RAAM menutup tahun dengan total liabilitas sebesar Rp404,65 miliar dan ekuitas sebesar Rp1,30 triliun per 31 Desember 2025. Rasio utang terhadap ekuitas Perseroan berada di kisaran 0.23 kali. Ini memberikan ruang yang cukup untuk menjalankan rencana ekspansi di bidang produksi konten dan pengembangan jaringan bioskop.

“Tahun 2025 merupakan tahun konsolidasi bagi RAAM. Kinerja keuangan kami dipengaruhi oleh jadwal perilisan dan pengakuan biaya yang lebih tinggi, namun kami berhasil membuat kemajuan nyata dalam memperkuat fondasi operasional dan disiplin keuangan Perseroan,” ujar Vikas Chand Sharma, Direktur Keuangan RAAM dalam siaran pers, Rabu 1 April 2026.

Menurut Vikas, RAAM terus melaksanakan strategi jangka panjangnya sebagai platform hiburan terintegrasi. Perseroan menjaga keaktifan jalur produksi kontennya, memperluas jangkauan distribusi ke pasar internasional, serta melanjutkan ekspansi jaringan Platinum Cineplex dengan pembukaan lokasi-lokasi baru di kawasan yang sedang berkembang.

Selain itu, lanjutnya, RAAM juga mengembangkan ekosistemnya yang lebih luas melalui berbagai inisiatif strategis, di antaranya kolaborasi dengan IRSX serta investasi yang mencakup konten, distribusi, dan eksibisi yang semuanya diarahkan untuk membangun kemampuan Perseroan dalam menangkap nilai di sepanjang rantai nilai hiburan secara menyeluruh.

Ke depan, papar Vikas, RAAM bersiap untuk meminta persetujuan kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa yang akan datang dalam rangka rencana Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue). Dana yang diperoleh direncanakan untuk memperkuat permodalan Perseroan dan mendanai ekspansi segmen eksibisi, khususnya pembangunan lebih dari 50 lokasi Platinum Cineplex baru di seluruh Indonesia.

Inisiatif ini, demikian Vikas, mencerminkan keyakinan RAAM terhadap pertumbuhan permintaan bioskop yang berkelanjutan, terutama di pasar tier-2 dan tier-3 yang masih belum terlayani secara optimal, dan merupakan inti dari strategi Perseroan untuk membangun ekosistem hiburan terintegrasi penuh yang mencakup produksi konten, distribusi, dan eksibisi.

“Kami tetap optimis terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang industri hiburan Indonesia. RAAM berada pada posisi yang tepat untuk memanfaatkan meningkatnya permintaan terhadap konten lokal dan terus berkembangnya infrastruktur bioskop di seluruh penjuru negeri,” ungkapnya. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

SIG Tetap Cuan di Tengah Lesunya Industri Semen 2025, Siapkan Ekspor dari Tuban Mulai 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)...

Danantara, SMBC, dan Mandiri Luncurkan Dana Leasing Pesawat Pertama RI Senilai USD 800 Juta

STOCKWATCH.ID (TOKYO) — Danantara Investment Management, SMBC Aviation Capital,...

Bukit Asam (PTBA) Bukukan Laba Bersih Rp2,93 Triliun pada 2025, Turun 43%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengumumkan kinerja...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru