Data Sudah Cukup, BOSS Setop Eksplorasi Baru dan Fokus Penambangan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) merilis laporan kegiatan eksplorasi untuk periode Januari hingga Maret 2026. Emiten pertambangan batubara ini memilih tidak melakukan pengeboran baru selama kuartal pertama tahun ini.

Langkah tersebut diambil karena data yang dimiliki perusahaan saat ini dinilai sudah memadai untuk menunjang aktivitas penambangan. Seluruh infrastruktur operasional perusahaan berada di Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam laporannya, PT BOSS menjalankan kegiatan tersebut melalui dua entitas anak usahanya. Kedua perusahaan itu adalah PT Pratama Bersama (PT PB) dan PT Bangun Olahsarana Sukses (PT BOS).

Total luas wilayah kuasa pertambangan mencapai 16.000 hektare (Ha). Lokasinya tersebar di beberapa kecamatan seperti Muara Pahu, Damai, dan Muara Lawa.

“Program eksplorasi pada periode saat ini sudah tidak dilakukan lagi karena melalui data yang didapat masih mencukupi untuk kegiatan aktivitas penambangan,” tulis manajemen PT BOSS dalam laporan keterbukaan informasi, Kamis (9/04/2026).

Hingga periode Maret 2026, realisasi biaya eksplorasi tercatat sebesar Rp0. Perusahaan menilai hasil survei dan pemetaan sebelumnya sudah memenuhi kebutuhan operasional jangka panjang.

Fokus eksplorasi saat ini terkonsentrasi di lahan seluas 4.210 Ha yang dikelola PT PB. Kemajuan kegiatan pada Blok Tengah sudah mencapai 100%. Sementara itu, progres pada Blok Barat sebesar 10% dan Blok Selatan mencapai 15%.

Kegiatan pemboran di Blok Barat sebenarnya telah rampung sejak November 2018. Survei pemetaan di blok tersebut juga sudah diselesaikan pada November 2023. Untuk Blok Selatan, perusahaan belum menemukan area potensial sehingga eksplorasi lanjutan belum diperlukan.

Batubara yang dihasilkan dari wilayah ini memiliki kualitas tinggi dengan kalori rata-rata 6.100 – 6.300 GAR. Kadar belerang atau Total Sulphur (TS) tercatat sangat rendah, yakni di bawah 0,5% dengan kadar abu (Ash) di bawah 5%.

Kualitas unggulan ini dipasarkan dengan merek BOSS Premium Coal. Produk ini menyasar pasar luar negeri dan pasar domestik sebagai bahan pencampur batubara berkalori rendah.

“Kualitas batubara demikian, akan banyak diminati oleh pasar luar negeri seperti Jepang sebagai BOSS Premium Coal,” jelas manajemen perusahaan.

PT PB sendiri memegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi yang berlaku hingga 25 Desember 2032. Perusahaan memiliki peluang perpanjangan izin selama 2 x 10 tahun sesuai regulasi yang berlaku.

Selain fokus pada produksi, PT BOSS juga memastikan penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ketat. Seluruh operasional perusahaan mengacu pada program pengelolaan K3 sesuai perundang-undangan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Holding Ultra Mikro BRI Group Sukses Bawa Usaha Sembako Siti Julaeha Naik Kelas

STOCKWATCH.ID (LEBAK) – Siti Julaeha merupakan potret nyata keberhasilan...

Perkuat Akses Kesehatan Inklusif, BRI Peduli Layani 9.500 Warga Lewat Pemeriksaan Gratis

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Putra Mandiri Jembar Raih Kontrak Pengadaan 20.600 Truk dari Agrinas, Segini Nilainya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru