Aksi Borong Investor Dongkrak Harga Emas

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan Rabu (22/4/2026) waktu setempat atau Kamis (23/4/2026). Logam mulia ini bangkit setelah sempat terkapar ke level terendah dalam satu pekan pada sesi sebelumnya. Aksi borong harga rendah atau bargain-hunting oleh para investor menjadi pemicu utama kenaikan harga.

Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 0,5% ke level 4.735,65 USD per ons troi. Logam mulia ini sempat melonjak hingga 1% pada awal sesi perdagangan sebelum sedikit melandai. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni berakhir menguat 0,7% di posisi 4.753,00 USD.

Pasar saat ini tengah mencermati kemungkinan dimulainya kembali pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Meski demikian, situasi di Timur Tengah masih terlihat sangat tegang. Iran baru saja menyita dua kapal di Selat Hormuz pada hari Rabu.

Presiden Donald Trump menyatakan blokade AS terhadap Iran akan terus berlanjut. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda pembicaraan damai akan segera dimulai kembali. Konflik di wilayah lain juga memanas setelah serangan pesawat tak berawak Israel di Lebanon menewaskan sedikitnya tiga orang.

Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, memberikan analisanya terkait pergerakan pasar. Ia melihat adanya aktivitas pembelian saat harga dianggap sudah murah oleh para pelaku pasar.

“Persepsi perburuan harga rendah setelah kerugian hari Selasa juga terlihat di pasar logam mulia (emas dan perak),” ujar Jim Wyckoff.

Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities, menilai pasar sedang mengambil napas sejenak. Penurunan suku bunga di sepanjang kurva memberikan sedikit ruang bagi emas untuk menguat. Investor juga berharap isu di Selat Hormuz dapat segera terselesaikan menyusul pernyataan Donald Trump.

“Namun situasinya sangat renggang dan tidak pasti,” tambah Bart Melek.

Sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari lalu, harga emas sebenarnya sudah merosot sekitar 11%. Kenaikan harga minyak sempat memicu kekhawatiran inflasi yang berkepanjangan. Emas memang sering dianggap sebagai alat lindung nilai inflasi. Namun, ekspektasi suku bunga tinggi biasanya menekan permintaan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini.

Di sisi lain, calon ketua bank sentral AS atau The Fed, Kevin Warsh, memberikan pernyataan penting. Ia menegaskan tidak memberikan janji apa pun kepada Trump terkait pemangkasan suku bunga. Warsh berusaha meyakinkan para senator ia akan bertindak independen dari Gedung Putih dalam menjalankan kebijakan.

Tren penguatan juga merembet ke logam mulia lainnya pada penutupan perdagangan kali ini. Harga perak spot melonjak 1,4% menjadi 77,80 USD per ons troi. Platinum menguat 2,1% ke posisi 2.079,80 USD, sedangkan paladium naik 1,3% di level 1.553,43 USD.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pasokan Terancam di Selat Hormuz, Harga Minyak Brent Tembus 100 USD

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia melonjak tajam...

Harga Emas Dunia Kembali Terkoreksi Hari Ini, Saatnya Serok Bawah?

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia mengalami penurunan pada...

Perundingan Damai AS-Iran Terancam Buntu, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak tajam pada...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru