STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) yang diselenggarakan pada, Kamis 4 Juni 2026 menyetujui pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar Rp7,246 miliar atau Rp2,31 per saham dan penggunaan dana hasil IPO. Dividen tersebut mencapai, 30% dari laba bersih MUTU sebesar Rp24,155 miliar pada 2025.
Direksi MUTU dalam laporan hasil RUPST yang disampaikan, Jumat 5 Juni 2026 mengemukakan, pemegang saham Perseroan juga menyetujui dana sebesar Rp100 juta sebagai cadangan, dan sisanya Rp16,808 miliar dialokasikan untuk menambah saldo laba ditahan Perseroan.
Dalam RUPS tersebut, pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Perseroan mengenai keadaan dan jalannya Perseroan selama Tahun Buku 2025 termasuk Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Tahun Buku 2025.
RUPS Perseroan juga memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan terkait dengan pelaksanaan pembagian dan pembayaran dividen tunai sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.
Pemegang saham juga memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menunjuk Akuntan publik independen dari Akuntan Publik yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan tahun buku yang berakhir per 31 Desember 2026.
Selanjutnya, RUPS memberikan kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan besaran gaji , fasilitas dan tunjangan lainnya untuk Dewan Direksi Perseroan untuk tahun buku 2026
Selain itu, RUPS juga memberikan kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan honorarium , fasilitas dan tunjangan lainnya bagi Anggota Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2026.
Pemegang saham dalam RUPS juga menyetujui laporan penggunaan dana hasil penawaran umum atau Initial Public Offering (IPO). Total dana yang diperoleh Perseroan dari Penawaran Umum (IPO) setelah dikurangi biaya-biaya emisi adalah sebesar Rp97,262 miliar. Sampai akhir tahun 2025, total dana IPO yang telah direalisasikan sebesar Rp94,062 miliar. Sehingga sisa dana hasil Penawaran Umum atau IPO per 31 Desember 2025 sebesar Rp3,200 miliar. (konrad)

