STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan laba bersih sebesar US$41,09 juta (US$0,07 per saham) pada kuartal I 2026, tumbuh 30,65% dibanding US$30,06 juta (US$0,05 per saham ) pada kuartal I 2025.
Berdasarkan laporan keuangan per Maret 2026 yang diumumkan Kamis, 30 April 2026, pendapatan bersih BUMI mencapai US$417,65 juta pada kuartal I 2026, naik 19,74% dari US$348,77 juta pada periode sama 2025.
Pendapatan terbesar BUMI pada Januari-Maret 2026 dari penjualan batubara ke pihak ketiga ekspor dan lokal yakni US$348,18 juta atau sekitar 83,36% dari total pendapatan Perseroan. Sedangkan penjualan emas ke pihak ketiga menyumbang US$66,731 juta, serta penjualan perak US$2,74 juta.
Seiring pendapatan, pokok pendapatan BUMI juga naik sebesar 12,53% menjadi US$334,81 juta pada kuartal I 2026, dari US$297,52 juta pada kuartal I 2025. Namun, laba kotor remiten batubara itu melonjak 61,64% menjadi US$82,84 juta pada kuartal I 2026, dibanding US$51,24 juta pada kuartal I 2025.
Di sisi lain, beban usaha BUMi juga meningkat 44,78% jadi US$33,,78 juta pada kuartal I2026, dari US$23,33 juta pada kuartal I 2025j. Laba usaha BUMI melonjak 75,75% jadi US$49,05 juta pada kuartal I 2026, dari US$27,91 juta kuartal I 2025.
Total aset BUMI per Maret 2026 sebesar US$4,46 miliar, naik US$4,21 miliar, naik 5,74% dari US$4,21 miliar per Desember 2025. Jumlah liabilitas dan ekuitas emiten batubara ini masing-masing US$1,54 miliar dan US$2,92 miliar. (konrad)
