spot_img

Produsen Inaco (JELI) Incar Dana Rp392 Miliar Melalui IPO, Siap Tebar Dividen 30% Laba Bersih

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Niramas Utama Tbk (JELI) berencana melepas saham perdana melalui skema Initial Public Offering (IPO). Perusahaan produsen makanan penutup merek Inaco ini menjanjikan kebijakan dividen menarik bagi calon investor.

Masa penawaran awal atau bookbuilding berlangsung pada 15 sampai 22 Juni 2026. JELI menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru. Jumlah ini setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Harga saham ditawarkan pada rentang Rp900 sampai Rp1.120 per unit. Melalui aksi korporasi ini, perusahaan mengincar dana segar maksimal Rp392 miliar.

Fokus utama manajemen setelah melantai di bursa adalah memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Perusahaan berencana rutin membagikan keuntungan mulai tahun depan.

“Setelah Penawaran Umum Perdana Saham, Perseroan untuk setiap tahunnya berencana membayarkan dividen tunai kepada pemegang saham Perseroan dengan rasio sebanyak-banyaknya 30% dari laba bersih setelah penyisihan untuk cadangan wajib,” tulis manajemen JELI dalam prospektus, dikutip Minggu (14/6/2026).

Pembagian keuntungan ini akan memperhatikan tingkat kesehatan keuangan perusahaan. Keputusan akhir tetap berada pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan. Hingga saat ini, JELI belum pernah membagikan dividen karena masih berstatus perusahaan tertutup.

Seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk ekspansi dan penguatan modal. Sekitar 51,04% akan disetor sebagai modal kepada anak usaha, PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS). NPS akan memakai dana itu untuk membeli mesin produksi guna meningkatkan kapasitas produk gummy candy dan jeli.

Sekitar 18,36% dana digunakan untuk belanja modal perusahaan berupa pembelian mesin. JELI ingin meningkatkan kapasitas penyimpanan gudang dan mempercepat proses logistik.

Selanjutnya, 10,63% dana dialokasikan untuk membayar sebagian utang pokok ke PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Sisanya, sekitar 19,97%, akan digunakan sebagai modal kerja seperti pembelian bahan baku dan biaya pemasaran.

Direktur Utama JELI, Ham Pak Japyusuf Hamdani, menjelaskan langkah ini diambil untuk mendukung pertumbuhan usaha. Ham menilai industri makanan penutup memiliki prospek sangat kuat di Indonesia seiring meningkatnya jumlah penduduk.

JELI menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Perusahaan berharap pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbit pada 29 Juni 2026.

Masa penawaran umum direncanakan pada 1 sampai 3 Juli 2026. Jika berjalan lancar, saham JELI akan mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.060, Intip Rekomendasi Saham BNI Sekuritas! Ada BNBR hingga DEWA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

Bayar Utang Lebih Awal, Jababeka (KIJA) Rampungkan Pelunasan Senior Notes USD 185,9 Juta

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA)...

IHSG Berpotensi Menguat ke 6.350, Bahana Sekuritas Jagokan DSSA, CDIA, hingga ANTM!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru