STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Sutadi, Direktur PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) menambah porsi kepemilikan saham perusahaan pembiayaan konsumen tersebut dengan memborong 1.000.000 lembar pada tanggal 21 Mei 2026.
Seperti dikutip dari laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 22 Mei 2026, Sutadi membeli saham BFIN pada harga Rp700 per unit sehingga harus merogoh kocek sebesar Rp700 juta.
Pembelian saham BFIN dilakukan Sutadi di bawah harga pasar. Pada 21 2026, harga saham BFIN di bursa ditutup di Rp710 per lembar. Itu berarti, pembelian Sutadi lebih murah Rp10 per unit atau 1,5% dibandingkan harga di pasar reguler.
Sutadi membeli saham BFIN untuk menambah investasi dengan status kepemilikan langsung. Pasca pembelian tersebut, kepemilikan Sutadi atas saham BFIN naik jadi 22.000.000 unit atau setara 0,15%. Sebelum transaksi, kepemilikan Sutadi 21.000.000 unit atau 0,14% saham.
Hingga kuartal I 2026, BFIN mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp354,35 miliar, turun 12,6% jika dibandingkan Rp405,52 miliar pada kuartal I 2025. Meski laba turun, pendapatan Perseroan tumbuh 3,14% jadi Rp1,59 triliun pada kuartal I 2026, dari Rp1,54 triliun kuartal I 2025.
Di Bursa Efek Indonesia atau BEI, saham BFIN tercatat naik 1,41% menjadi Rp720 per unit pada Jumat, 22 Mei 2026, dibanding sehari sebelumnya Rp710. Selama periode sepekan, saham BFIN turun sebesar 10,12%. Jika dibandingkan antara harga 22 April 2026 sebesar Rp815 per lembar terhadap penutupan kemarin, maka saham emiten pembiayaan konsumen ini telah turun 12,88%. (konrad)

