spot_img

Sinyal Damai AS-Iran Menggantung, Trump Akhiri Rapat Tanpa Keputusan Final

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Presiden Donald Trump menyelesaikan pertemuan di Situation Room Gedung Putih tanpa mengumumkan keputusan akhir terkait kesepakatan penghentian perang Iran yang telah berlangsung selama tiga bulan. Padahal, sebelumnya Trump menyatakan akan membuat “keputusan final” dalam pertemuan tersebut pada Jumat sore (29/5/2026) waktu setempat.

Mengutip CNBC International, melalui unggahan di Truth Social, Trump menetapkan sejumlah syarat bagi Iran. Ia menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Selain itu, Selat Hormuz harus segera dibuka untuk lalu lintas pelayaran tanpa hambatan dan tanpa biaya tol.

“Iran harus setuju mereka tidak akan pernah memiliki Senjata atau Bom Nuklir. Selat Hormuz harus segera dibuka, tanpa tol, untuk lalu lintas pelayaran yang tidak dibatasi, di kedua arah,” tulis Trump dalam unggahannya.

Trump juga menyatakan blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) di Teluk Oman akan segera diangkat. Namun, belum jelas apakah langkah tersebut hanya akan dilakukan setelah seluruh syarat yang diajukan terpenuhi.

Merespons unggahan tersebut, harga minyak dunia dilaporkan mengalami penurunan. Investor terus memantau perkembangan negosiasi ini karena berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global.

Terkait material nuklir, Trump menyebut material yang terkubur di lokasi serangan tahun lalu akan digali kembali. Proses itu akan dikoordinasikan dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sebelum kemudian dimusnahkan.

“Tidak ada uang yang akan dipertukarkan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Hal-hal lain yang jauh kurang penting telah disepakati,” kata Trump.

Namun, klaim Trump mendapat bantahan dari pihak Iran. Media pemerintah Iran, Fars, melaporkan bahwa pernyataan Presiden AS tersebut memuat sejumlah poin yang bertentangan dengan draf kesepakatan yang sedang dibahas.

Menurut sumber Fars, tidak terdapat klausul mengenai pembebasan biaya tol di Selat Hormuz dalam teks perjanjian. Selain itu, draf kesepakatan juga tidak memuat ketentuan mengenai penghancuran material nuklir Iran.

Fars menegaskan bahwa poin terpenting dalam kesepakatan tersebut adalah pembayaran segera aset Iran yang dibekukan senilai USD12 miliar. Iran dikabarkan akan menolak melanjutkan negosiasi apabila pembayaran tersebut tidak direalisasikan.

Di sisi lain, laporan Axios yang dikonfirmasi pejabat Gedung Putih menyebut kedua tim perunding telah mencapai nota kesepahaman (MoU) selama 60 hari. Kesepakatan sementara itu bertujuan memperpanjang gencatan senjata sekaligus memulai pembicaraan terkait program nuklir Iran.

Dalam draf tersebut, Iran diwajibkan membersihkan seluruh ranjau di jalur pelayaran dalam waktu 30 hari. Sebagai imbalannya, AS akan mengangkat blokade laut secara bertahap.

Meski pembicaraan terus berlangsung, situasi di lapangan masih menunjukkan ketegangan. Pentagon melaporkan Iran meluncurkan rudal balistik ke arah Kuwait dan mengerahkan drone serang di sekitar Selat Hormuz pada Kamis pagi.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyampaikan sikap tegas melalui akun media sosialnya terkait proses negosiasi yang sedang berlangsung.

“Kami merebut konsesi bukan melalui dialog, tetapi dengan rudal; dalam negosiasi, kami hanya membuat mereka mengerti,” tulis Ghalibaf.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan telah berbicara dengan pihak Oman. Ia menegaskan solidaritas Iran terhadap Oman dalam menghadapi berbagai ancaman.

Hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan lebih lanjut atas bantahan dari pihak Iran tersebut. Kepastian mengenai nasib kesepakatan damai ini masih menunggu langkah berikutnya dari Trump.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ancam ‘Ledakkan’ Oman, Trump Beri Peringatan Keras Soal Jalur Minyak Selat Hormuz

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Pemerintahan Presiden Donald Trump melontarkan ancaman...

Rencana Gencatan Senjata 60 Hari Terganjal, Iran Kembali Luncurkan Rudal

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Ketegangan di Timur Tengah kembali...

Stock Futures AS Bergerak Tipis, Investor Pantau Isu Timur Tengah & Lonjakan Saham Dell

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Indeks saham berjangka (futures) Amerika...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru