spot_img

Trump Tak Peduli Negosiasi Iran Berakhir, Harga Minyak Dunia Langsung Melompat 5%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak lebih dari 4% pada akhir perdagangan Senin (1/6/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (2/6/2026) WIB. Kenaikan tajam ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia mengaku tidak peduli jika negosiasi dengan Iran berakhir tanpa kesepakatan.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli melonjak lebih dari 5%. Harga minyak mentah ini menetap di level 92,16 USD per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak mentah Brent sebagai patokan internasional naik lebih dari 4%. Minyak Brent berakhir pada posisi 94,98 USD per barel di London ICE Futures Exchange.

Lonjakan harga terjadi setelah media pemerintah Iran melaporkan Teheran menghentikan pembicaraan dengan AS. Langkah tersebut merupakan respons atas serangan Israel di Lebanon. Iran mengancam akan menutup total Selat Hormuz sebagai bentuk pembalasan.

Trump memberikan tanggapan keras saat diwawancarai melalui telepon oleh Eamon Javers dari CNBC. Ia merasa negosiasi tersebut sudah tidak lagi menarik.

“Saya benar-benar tidak peduli. Saya sangat tidak peduli,” ujar Trump saat ditanya mengenai kemungkinan berakhirnya negosiasi.

Ia menilai proses dialog tersebut memakan waktu terlalu lama. Trump bahkan menyebut pembicaraan tersebut sudah terasa menjemukan.

“Menurut saya mereka menyita terlalu banyak waktu. Terus terang, saya pikir itu mulai menjadi sangat membosankan,” tambah Trump.

Harga minyak sempat meroket hingga 8% pada sesi perdagangan sebelumnya. Meski demikian, Trump mengaku tidak khawatir dengan kenaikan harga energi tersebut. Ia memprediksi harga akan segera berbalik arah.

“Saya pikir harga minyak akan turun drastis dalam waktu yang sangat dekat, Anda tahu, dalam jarak yang sangat dekat,” kata Trump.

Tensi di pasar sedikit mereda setelah Trump memberikan informasi terbaru melalui media sosial. Ia menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu setuju pasukan Israel tidak akan maju ke ibu kota Lebanon, Beirut. Trump juga mengeklaim pembicaraan dengan Iran masih berlanjut dengan kecepatan tinggi.

Ketegangan di Timur Tengah ini meningkatkan kekhawatiran runtuhnya gencatan senjata antara Washington dan Teheran. Iran menuntut Israel menghentikan serangan di Gaza dan menarik diri dari Lebanon agar dialog dengan AS bisa berlanjut.

Laporan kantor berita Tasnim menyebutkan Iran siap memblokade penuh Selat Hormuz. Mereka juga berencana membuka front pertempuran lain di Selat Bab el-Mandeb. Wilayah ini merupakan jalur perdagangan vital yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Pekan lalu, harga Brent dan WTI sebenarnya sempat turun masing-masing 11,1% dan 9,6%. Itu merupakan kinerja mingguan terburuk sejak pertengahan April. Investor kala itu masih optimis adanya kemajuan dalam kesepakatan AS-Iran.

Namun, sejak perang antara Iran melawan AS dan Israel dimulai pada 28 Februari, harga minyak masih tercatat naik lebih dari 30%. Pasar kini terus memantau setiap perkembangan geopolitik yang terjadi.

Analis dari Goldman Sachs melihat adanya risiko dua sisi terhadap perkiraan harga Brent dan WTI pada kuartal keempat 2026. Gangguan pasokan di Timur Tengah bisa mendorong harga lebih tinggi. Namun, pelemahan permintaan global tetap menjadi ancaman penurunan harga yang signifikan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Tertekan, Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Inflasi

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia terkoreksi pada perdagangan...

Emas Dunia Bangkit Berkat Sinyal Damai AS-Iran, Namun Tertekan Sepanjang Mei

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia ditutup menguat pada...

Peluang Damai AS-Iran Menguat, Harga Minyak Brent Cetak Kerugian Bulanan Terbesar

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot pada akhir...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru