spot_img

Negosiasi Damai Iran Terancam Gagal, Donald Trump: Saya Tidak Peduli, Ini Membosankan

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak ambil pusing terkait potensi kegagalan negosiasi damai dengan Iran. Ia menilai proses diskusi yang berlarut-larut itu justru mulai terasa membosankan.

Mengutip CNBC International, Trump menyampaikan hal ini dalam wawancara telepon dengan Eamon Javers dari CNBC pada Senin siang (1/6/2026) waktu setempat. Pernyataan tersebut muncul setelah adanya laporan Iran akan menghentikan pembicaraan dengan AS.

Iran juga mengancam akan menutup total Selat Hormuz secara permanen. Langkah ini merupakan reaksi atas operasi militer Israel di Lebanon terhadap kelompok Hizbullah.

“Saya benar-benar tidak peduli. Saya sangat tidak peduli,” ujar Trump saat ditanya apakah negosiasi damai tersebut telah berakhir.

Trump mengaku belum mendapatkan konfirmasi langsung dari pihak Iran mengenai penghentian dialog. Namun, ia merasa proses perundingan selama ini berjalan terlalu lambat.

“Jika sudah berakhir, ya berakhir… terus terang, menurut saya itu mulai menjadi sangat membosankan,” kata Trump.

Melalui unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyebut telah melakukan pembicaraan produktif dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia menegaskan tidak akan ada pengiriman pasukan ke Beirut. Pasukan yang sedang dalam perjalanan pun telah diperintahkan untuk kembali.

Trump juga mengeklaim telah berkomunikasi dengan perwakilan tingkat tinggi Hizbullah. Ia menyebut kedua belah pihak setuju untuk menghentikan aksi saling tembak.

Namun, Netanyahu memberikan pernyataan berbeda melalui akun X miliknya. Ia menegaskan posisi Israel tetap tidak berubah. Israel akan tetap menyerang target teror di Beirut jika Hizbullah tidak berhenti menyerang kota-kota mereka.

Terkait harga minyak dunia, Trump mengaku tidak merasa khawatir. Padahal, harga minyak sempat melonjak menyusul laporan rencana penutupan Selat Hormuz oleh Teheran.

“Saya pikir minyak akan turun seperti batu dalam waktu yang sangat dekat, Anda tahu, dalam jarak yang sangat dekat,” tutur Trump.

Trump meyakini harga bahan bakar akan segera turun kembali. Ia menilai masyarakat AS akan memahami kondisi ini demi mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

“Begitu Anda menjelaskan ini semua tentang Iran yang memiliki senjata nuklir, orang-orang bersedia membayar sedikit lebih banyak,” ucapnya.

Menurut Trump, harga bensin bisa kembali turun ke level Rp29 ribu atau setara 1,85 USD per galon. Ia juga menyentil sekutu NATO agar ikut membantu mengamankan Selat Hormuz.

Trump berpendapat negara-negara Eropa lebih membutuhkan minyak dari jalur tersebut dibandingkan AS. Ia menegaskan AS memiliki cadangan minyak yang sangat melimpah.

“Kita tidak membutuhkannya, kita punya banyak minyak,” tegas Trump.

Hingga saat ini, Trump mengaku belum meminta bantuan NATO untuk membuka kembali selat tersebut. Ia menilai organisasi tersebut sangat lemah dalam memberikan dukungan selama konflik berlangsung.

- Advertisement -

Artikel Terkait

FTSE Juni 2026 Coret DSSA, GOTO, dan NCKL, Tak Ada Saham RI yang Masuk

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks FTSE Global Equity kembali merombak...

Wall Street Cetak Rekor Tertinggi, Gebrakan Nvidia dan Sektor Energi Jadi Penopang

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Stock Futures AS Melemah Setelah Wall Street Cetak Rekor Tertinggi

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Tiga indeks utama bursa saham...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru