STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Harga saham perusahaan milik Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto dan Kelompok Usaha Bakrie kompak menguat. Kenaikan ini terjadi pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari Jumat (12/6/2026).
Data RTI menunjukkan seluruh saham terafiliasi Tommy Soeharto bergerak di zona hijau. Saham PT GTS Internasional Tbk (GTSI) memimpin kenaikan sebesar 8,06% ke level Rp134 per saham. GTSI merupakan emiten yang fokus pada distribusi logistik energi seperti gas alam cair (LNG).
Selanjutnya, saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) melonjak 7,89% menjadi Rp123 per saham. Perusahaan ini bergerak di bidang transportasi laut. Meski menguat, HUMI terpantau memiliki notasi khusus ‘L’ karena terlambat menyampaikan laporan keuangan.
Saham PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF) juga ikut naik 3,77% ke posisi Rp165 per saham. GOLF adalah emiten sektor pariwisata yang mengoperasikan lapangan golf.
Kondisi serupa terjadi pada saham-saham gurita bisnis Grup Bakrie. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melejit 13,57% ke harga Rp159 per saham. Anak usahanya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga terbang 13,54% ke level Rp545 per saham.
Emiten infrastruktur tambang, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik tajam 12,24% menjadi Rp330 per saham. Angka kenaikan yang sama juga dicatat oleh kapal induk grup, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang menguat 12,24% ke posisi Rp110 per saham.
Saham properti Grup Bakrie tak mau ketinggalan. PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) melesat 13,21% ke level Rp60 per saham. Sementara PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) naik 8,33% ke Rp26 per saham. ELTY saat ini menyandang notasi khusus ‘X’ dan ‘1’ karena masuk dalam pemantauan khusus bursa.
Saham kendaraan listrik, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menguat 5,83% ke Rp635 per saham. Emiten logistik laut, PT Ancara Logistic Indonesia Tbk (ALII) juga naik 5,73% menjadi Rp830 per saham. Serta saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) tumbuh 2,90% ke posisi Rp1.420 per saham.
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.

