spot_img

Bursa Saham Eropa Sukses Bertahan di Zona Hijau di Tengah Ancaman Trump

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (28/7/2026) waktu setempat. Kinerja positif ini didorong oleh optimisme dari gelombang laporan laba perusahaan konsumen yang kuat. Capaian tersebut berhasil menutupi kekhawatiran pasar atas ancaman militer baru dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Iran.

Mengutip Investing, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,4%. Indeks DAX Jerman tercatat menguat 0,41% ke level 25.464,01. Sementara itu, indeks CAC 40 Perancis naik 0,63% ke posisi 8.458,78.

Bursa Inggris menunjukkan performa paling unggul di antara rekan-rekannya di benua biru. Indeks FTSE 100 ditutup naik 0,83% ke level 10.871,02.

Pasar sempat menjadi lebih berhati-hati setelah Presiden Trump memberikan peringatan militer. Trump menekankan infrastruktur Iran bisa menjadi sasaran serangan jika Teheran gagal mencapai kesepakatan diplomatik dengan Washington. Target tersebut mencakup situs bawah tanah Pickaxe Mountain, jembatan, dan sasaran sipil lainnya. Intelijen Israel meyakini situs tersebut menyimpan bahan untuk senjata nuklir.

Meski begitu, Trump menyebut pembicaraan diplomatik terus berjalan. “Pembicaraan diplomatik terus berlanjut,” ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News. Ia pun menggambarkan diskusi terbaru tersebut berjalan dengan “baik”. Pernyataan ini sedikit meredakan kecemasan geopolitik di meja perdagangan Eropa.

Sektor konsumen menjadi motor penggerak utama pasar. Saham Unilever melonjak 8% setelah melampaui prakiraan pertumbuhan penjualan kuartal kedua. Perusahaan menunjukkan kekuatan pada volume penjualan dan harga yang stabil.

Raksasa barang mewah LVMH melaporkan kenaikan pendapatan kuartalan sebesar 3% berkat permintaan stabil dari AS. Namun, sahamnya turun 2,8% karena aksi ambil untung oleh para investor setelah kenaikan harga saham sebelumnya.

Sektor teknologi justru menjadi pemberat indeks regional. Saham raksasa peralatan semikonduktor ASML turun 2,9% mengikuti kelesuan chip internasional. Penurunan ini dipicu oleh debut gemilang produsen chip memori China, CXMT, di bursa Shanghai yang melonjak 466%.

Kehadiran CXMT memicu kekhawatiran akan lonjakan pasokan dari China dan persaingan harga yang agresif. Investor juga bersiap menunggu laporan laba dari Meta Platforms, Apple, dan Amazon pada akhir pekan ini. Hasil laporan itu diharapkan menentukan arah rantai pasok teknologi global.

Di sisi lain, pembaruan industri dan korporasi lainnya tetap positif. Pemasok kedirgantaraan Perancis, Safran, menguat setelah menaikkan target keuangan setahun penuh. Operator telekomunikasi Orange naik hampir 4% usai meningkatkan panduan laba dan arus kas tahunannya.

Sektor otomotif juga menghijau. Saham Mercedes-Benz naik 2,5% setelah laba kuartal keduanya melampaui ekspektasi. Hal ini ikut mengangkat saham BMW dan Volkswagen yang masing-masing naik 2%. Namun, perusahaan teknologi kesehatan Philips merosot 10,5% meskipun laba intinya melampaui perkiraan.

Dari sisi kebijakan moneter, pasar masih memperhatikan langkah Bank Sentral Eropa (ECB). Anggota Dewan Gubernur ECB, Peter Kazimir, memberikan komentar yang cenderung tegas. Ia berpendapat kenaikan suku bunga pada September tetap diperlukan meskipun kondisi ekonomi zona euro membaik.

Investor kini mengalihkan perhatian ke Amerika Serikat. Bank sentral AS, Federal Reserve, akan mengakhiri pertemuan penetapan suku bunga pada hari Rabu. Pelaku pasar mencari petunjuk tentang arah kebijakan moneter global di masa depan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Bervariasi: Dow Jones Lanjutkan Reli, Nasdaq Tertekan Rotasi Sektor

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall...

Bursa Saham Asia-Pasifik Berakhir Bervariasi, KOSPI Longsor 10,84% Dipicu Aksi Jual Saham Chip

STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru