STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa (28/7/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (29/7/2026) WIB. Pelemahan ini dipicu oleh nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang tetap kuat di dekat level tertinggi dalam satu bulan. Investor kini sedang menunggu keputusan suku bunga bank sentral AS atau The Fed.
Mengutip CNBC, harga emas spot turun 1,1% ke level USD 4.027,59 per ons troi. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman Agustus merosot 0,9% dan menetap di posisi USD 41.038,70 per ons troi.
Dolar AS yang stabil membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri. Selain itu, pasar juga menanti komentar dari Ketua The Fed, Kevin Warsh. Pernyataan tersebut dicari untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter ke depan.
David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, memberikan penjelasannya. Ia menyebut kenaikan harga energi memengaruhi kebijakan bank sentral.
“Harga energi yang tinggi tetap menjadi kekhawatiran inflasi bagi anggota Fed. Ekspektasi sikap hawkish Fed mendorong harapan kenaikan suku bunga dan dolar AS lebih tinggi, sehingga menekan pasar emas,” ujar David Meger.
Harga emas telah merosot sekitar 24% sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari lalu. Tekanan muncul karena inflasi akibat perang diprediksi membuat suku bunga tetap tinggi dalam waktu lebih lama.
Emas memang sering dianggap sebagai alat pelindung nilai terhadap inflasi jangka panjang. Namun, suku bunga yang lebih tinggi biasanya memberatkan logam mulia ini. Hal tersebut terjadi karena emas tidak memberikan bunga atau imbal hasil.
Saat ini, para pelaku pasar sedang memantau pertemuan The Fed. Sebanyak 69% pedagang memperkirakan suku bunga tetap stabil pada hari Rabu. Sementara itu, 77% lainnya memprediksi adanya kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan September mendatang.
Selain suku bunga, data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS untuk bulan Juni akan dirilis pada hari Kamis. Data ini menjadi agenda penting bagi investor untuk mencari isyarat lebih lanjut terkait kebijakan moneter.
Commerzbank ikut memangkas proyeksi harga emas akhir tahun sebesar USD 300 menjadi USD 4.500 per ons troi. Menurut pihak bank, harga emas sulit pulih tanpa adanya perubahan ekspektasi suku bunga.
Dari sisi geopolitik, Presiden Donald Trump menyebut Washington sedang melakukan pembicaraan yang baik dengan Iran. Ia melihat adanya peluang penyelesaian konflik. Namun, Trump memperingatkan serangan AS akan berlanjut jika negosiasi gagal. Iran juga mengeluarkan ancaman serupa terkait aksi balasan.
Koreksi harga juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot jatuh 2,2% menjadi USD 57,10 per ons troi. Harga platinum turun 1,4% ke level USD 1.599,26 per ons troi. Sementara itu, harga paladium melemah 2,4% ke posisi USD 1.260,13 per ons troi.

