spot_img

Blokade Berakhir dan Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 5%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot hampir 5% pada akhir perdagangan Minggu (14/6/2026) waktu setempat. Penurunan tajam ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli jatuh 4,8%. Minyak WTI berakhir pada posisi 80,80 USD per barel di New York Mercantile Exchange pukul 18.01 waktu setempat.

Adapun harga minyak mentah Brent turun 3,9% ke level 83.89 USD per barel. Harga minyak acuan global ini diperdagangkan di London ICE Futures Exchange.

Sentimen pasar berubah drastis setelah Trump memberikan pernyataan melalui unggahan di Truth Social. Ia menyebut proses negosiasi dengan Iran telah mencapai titik temu.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah selesai,” ujar Donald Trump.

Trump menjelaskan Selat Hormuz akan dibuka kembali tanpa sistem tol. Ia juga menegaskan AS segera mengakhiri blokade angkatan laut terhadap Iran.

“Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!” kata Trump.

Saluran air strategis ini memegang peranan krusial bagi energi global. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Arus lalu lintas kapal tanker di wilayah tersebut sempat anjlok sejak awal Maret akibat serangan Iran. Gangguan ini menjadi gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif turut memberikan keterangan terkait situasi ini. Sharif berperan sebagai mediator antara AS dan Iran.

Ia menyebut kedua negara telah menyatakan penghentian operasi militer secara segera dan permanen. Keputusan ini mencakup semua lini pertempuran, termasuk wilayah Lebanon.

“Kami ingin berterima kasih kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen mereka dalam mencari solusi diplomatik terhadap konflik ini,” ujar Shehbaz Sharif.

Sharif menambahkan Washington dan Teheran akan menandatangani perjanjian damai pada 19 Juni di Swiss. Para mediator dijadwalkan memfasilitasi pertemuan pekan ini. Pertemuan tersebut bertujuan menyusun landasan pembicaraan teknis menjelang upacara penandatanganan.

Sinyal positif ini disambut baik oleh pelaku industri pelayaran. CEO perusahaan kapal tanker Frontline, Lars Barstad, memprediksi lalu lintas kapal akan pulih dengan cepat.

“Saya sangat optimis saat keadaan berbalik dan AS serta Iran menemukan semacam kesepakatan, setidaknya untuk tidak menyerang pelayaran, transit tersebut akan segera dilanjutkan,” ujar Lars Barstad dalam wawancara dengan CNBC pekan lalu.

Langkah diplomatik ini diharapkan mampu menstabilkan kembali pasar energi global. Pembukaan kembali jalur Selat Hormuz diprediksi akan memperlancar distribusi minyak mentah ke berbagai negara. Kondisi tersebut mengurangi kecemasan pasar terhadap risiko kelangkaan pasokan yang sempat melambungkan harga dalam beberapa bulan terakhir

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Terkoreksi Jelang Rapat The Fed, Ini Pemicunya

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia berpotensi mencatatkan penurunan...

UBS Pangkas Proyeksi Harga Emas, Waktunya Borong di Kisaran USD 3.850?

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – UBS memangkas proyeksi harga emas...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru