spot_img

Bursa Saham Korea Selatan Bidik Status Pasar Maju MSCI, Potensi Dana USD 30 Miliar Menanti

STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Pasar saham Korea Selatan kini mendekati tonggak sejarah penting. Para investor sedang menanti ulasan klasifikasi pasar oleh MSCI yang akan diumumkan pada 23 Juni 2026.

Ulasan tersebut akan menentukan kemungkinan Korea Selatan masuk dalam daftar pantauan untuk meraih status pasar maju (developed-market). Penantian ini muncul setelah reli kuat saham Korea sepanjang tahun ini.

Mengutip Investing, Indeks Kospi telah melonjak lebih dari 90%. Pencapaian ini menjadikannya salah satu indeks saham utama dengan performa terbaik di dunia.

Antusiasme seputar kecerdasan buatan (AI) dan saham semikonduktor menjadi pendorong utama kenaikan tersebut. Samsung Electronics dan SK Hynix secara bersama-sama menyumbang lebih dari separuh bobot indeks Kospi. Hal ini membuat pasar Korea semakin terikat dengan tema investasi AI global.

Banyak investor memperkirakan MSCI akan tetap menempatkan Korea Selatan di kategori pasar berkembang (emerging-market) untuk saat ini. Namun, sejumlah pelaku pasar percaya kenaikan status hanya tinggal menunggu waktu.

Analis menyebutkan beberapa reformasi pasar terbaru menjadi langkah menuju kriteria pasar maju. Reformasi ini mencakup dimulainya kembali aktivitas jual kosong (short selling). Selain itu, ada rencana memperkenalkan perpanjangan jam perdagangan untuk mata uang won.

Korea Selatan sebelumnya pernah dikeluarkan dari daftar pantauan pasar maju MSCI pada 2014. Saat itu, muncul kekhawatiran mengenai aksesibilitas pasar dan pembatasan valuta asing. Kini, negara tersebut telah menerapkan berbagai reformasi untuk mempermudah akses bagi investor internasional.

Presiden Lee Jae Myung menjadikan reformasi pasar modal sebagai prioritas kebijakan utama. Langkah Lee memperkuat harapan Korea Selatan segera mengamankan status pasar maju.

Kenaikan peringkat ke pasar maju memiliki dampak besar bagi aliran modal. Analis memberikan proyeksi mengenai potensi dana yang akan masuk.

“BNP Paribas memperkirakan masuknya Korea dalam indeks pasar maju dapat menarik aliran dana masuk sekitar USD 30 miliar karena dana yang melacak tolok ukur menyesuaikan portofolio mereka,” tulis laporan tersebut.

Nilai pasar ekuitas Korea Selatan melonjak hampir tiga kali lipat dalam setahun terakhir menjadi sekitar USD 4,4 triliun. Angka ini sempat melampaui India sebagai pasar saham terbesar keenam di dunia.

Saat ini, Korea Selatan menyumbang sekitar 23% dari Indeks Emerging Markets MSCI. Hal tersebut menjadikannya salah satu konstituen terbesar dalam tolok ukur tersebut.

Klasifikasi ulang ini diharapkan membantu mempersempit fenomena “Korea Discount”. Ini merupakan kesenjangan penilaian yang selama ini membuat saham Korea diperdagangkan di bawah harga saham negara maju lainnya.

Pelaku pasar terus memantau ulasan MSCI pada Juni ini. Mereka mencari indikasi seberapa dekat Korea Selatan untuk bergabung dalam kelompok pasar maju.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Saham Eropa Tertinggal 7% dari Pasar Global, Goldman Sachs Ungkap 3 Penyebab Utamanya

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Kinerja bursa saham Eropa sedang lesu...

Trump Umumkan Kesepakatan Damai AS-Iran, Futures Wall Street Menghijau

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) bursa saham...

Perang 4 Bulan Berakhir, AS-Iran Resmi Damai dan Buka Selat Hormuz

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru