spot_img

Absen Dividen, Bukalapak Laporkan Realisasi Dana IPO Telah Terpakai Rp17,04 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) merombak jajaran pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar 11 Juni 2026.

Selain ganti pimpinan, pemegang saham juga menyetujui laporan tahunan dan rencana penggunaan laba bersih. BUKA memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2025.

“Menyetujui untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025,” tulis risalah rapat yang dikutip Selasa (16/6/2026).

Rapat ini dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 68,69 miliar saham atau 74,8091% dari seluruh hak suara sah.

Perubahan besar terjadi di kursi direksi. Willix Halim mengakhiri masa jabatannya sebagai Direktur Utama. Pemegang saham memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atas tindakan pengawasan dan pengurusan yang dilakukannya.

Sebagai gantinya, Natalia Firmansyah ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama. Natalia akan memimpin sampai ada Direktur Utama definitif yang diangkat melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.

Pemegang saham juga mengangkat kembali Natalia dan Victor Putra Lesmana sebagai Direktur untuk masa jabatan sesuai Anggaran Dasar.

Di jajaran komisaris, Yenny Wahid juga purna tugas sebagai Komisaris Independen. Rapat kemudian mengangkat Drs. H. Sutarman M.H. sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen.

Sementara itu, Adi Wardhana Sariaatmadja berpindah posisi dari Komisaris Utama menjadi Komisaris. Nama lain seperti Jay Geoffrey Wacher tetap menjabat sebagai Komisaris.

Terkait laporan keuangan, rapat mengesahkan laporan tahun 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti dan Surja (anggota dari Ernst & Young Global Limited).

Agenda lain mencakup pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan gaji dan tunjangan bagi direksi dan komisaris untuk tahun buku 2026.

RUPST juga menegaskan kembali pelimpahan wewenang kepada Dewan Komisaris terkait penambahan modal dalam rangka program Management and Employee Stock Ownership Program (MESOP) II.

Terakhir, BUKA melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) hingga 31 Desember 2025. Dari total dana yang didapat, BUKA sudah merealisasikan Rp17,04 triliun. Rinciannya, sebesar Rp5,76 triliun digunakan untuk modal kerja perusahaan. Lalu, Rp1,22 triliun dialokasikan untuk modal kerja PT Buka Mitra Indonesia dan Rp16,96 miliar untuk PT Buka Usaha Indonesia.

Dana juga mengalir ke PT Buka Investasi Bersama senilai Rp26,20 miliar dan PT Buka Pengadaan Indonesia sebesar Rp35,61 miliar.

Unit usaha luar negeri, Bukalapak Pte. Ltd, mendapatkan alokasi Rp1,05 triliun. Sedangkan PT Five Jack menerima Rp26,25 miliar.

Sebesar Rp9,94 triliun digunakan untuk pertumbuhan dan pengembangan usaha perseroan serta entitas anak.

Saat ini, total sisa dana IPO BUKA mencapai Rp4,28 triliun. Dana tersebut ditempatkan dalam rekening perusahaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

- Advertisement -

Artikel Terkait

MBMA Gelar Buyback Rp1,46 Triliun Mulai 17 Juni, Laba per Saham (EPS) Diproyeksi Meningkat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) berencana...

Shen Huayu Masuk, Cek Formasi Baru Direksi dan Komisaris Bank CCB Indonesia (MCOR)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Bank China Construction Bank Indonesia...

Siap-siap! LAJU Bagikan Dividen Tunai Tahun Buku 2025, Simak Jadwal Lengkapnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) berencana...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru