STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 2% pada akhir perdagangan Kamis (30/07/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (31/07/2026) WIB. Penurunan ini dipicu oleh usulan Arab Saudi untuk membentuk koalisi angkatan laut guna melindungi kapal dagang dari serangan.
Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman September turun hampir 2%. Harga minyak acuan global ini ditutup pada level 89,03 USD per barel di London ICE Futures Exchange.
Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh sekitar 1%. Minyak WTI berakhir pada posisi 83,59 USD per barel di New York Mercantile Exchange.
Penurunan harga terjadi setelah Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengusulkan kerja sama pertahanan maritim. Langkah ini diambil karena meningkatnya serangan terhadap kapal di Laut Merah dan Selat Hormuz oleh Iran beserta sekutunya. Lebih dari 40 negara menghadiri pertemuan tersebut.
Pertemuan ini bertujuan menyatukan kekuatan untuk menjaga keamanan jalur perdagangan dunia. Upaya ini dilakukan usai kelompok Houthi di Yaman menyatakan embargo maritim terhadap Arab Saudi pada pekan lalu.
Kementerian tersebut mengeluarkan pernyataan mengenai poin utama pertemuan. Fokusnya adalah memperkuat pertahanan di wilayah perairan yang rawan konflik.
“Memperkuat kerja sama pertahanan maritim dan menyatukan upaya untuk melindungi keamanan jalur maritim,” bunyi pernyataan kementerian tersebut.
Sebelumnya, harga minyak Brent sempat melonjak hampir 8% pada Rabu. Kenaikan itu dipicu eskalasi pertempuran di Timur Tengah. Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran.
Serangan tersebut merupakan balasan atas serangan rudal Iran terhadap pasukan Amerika. Operasi militer AS berlangsung selama dua jam dan menyasar puluhan target milik Korps Garda Revolusi Islam. Target serangan meliputi pusat komando militer, fasilitas drone, hingga situs pertahanan pantai.
Donald Trump memberikan peringatan keras sebelum serangan balasan diperintahkan. Ia menegaskan AS tidak akan tinggal diam.
“Kami akan memukul mereka dengan keras. Mereka akan menerima pukulan,” ujar Trump kepada reporter Fox News.
Di tempat lain, dua kapal terkena serangan drone di Pelabuhan Damietta, Mesir. Lokasi ini merupakan pusat penting untuk gas alam cair (LNG). Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Para pelaku pasar kini sedang mengamati pertemuan OPEC+ yang akan berlangsung hari Minggu. Kelompok produsen minyak ini diperkirakan akan mengumumkan kenaikan pasokan sebesar 188.000 barel per hari untuk bulan September.
Pakar strategi dari ING juga memberikan catatan terkait kondisi pasar ke depan. Mereka melihat masih ada ketidakpastian hingga beberapa tahun mendatang.
“Ketidakpastian besar hingga tahun 2027 akan seputar kebijakan kelompok, dengan potensi penolakan terhadap kuota produksi,” tulis para pakar strategi ING.
Konflik di Timur Tengah terus membuat pasar minyak dunia bergejolak. Namun, usulan pembentukan koalisi maritim oleh Arab Saudi memberikan sedikit harapan bagi stabilitas distribusi energi global

