spot_img

Stock Futures AS Menguat Usai Laba Microsoft Lampaui Ekspektasi, Pasar Bangkit dari Tekanan The Fed

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka saham Amerika Serikat (stock futures) menguat pada perdagangan Rabu (29/7/2026) malam waktu setempat atau Kamis pagi (30/7/2026) WIB. Kenaikan didorong lonjakan saham Microsoft setelah membukukan kinerja keuangan yang lebih baik dari perkiraan, sementara pelaku pasar mulai mencerna keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga.

Mengutip CNBC, futures indeks Dow Jones Industrial Average naik 144 poin atau 0,3%. Sementara itu, futures S&P 500 menguat 0,3% dan Nasdaq 100 futures bertambah 0,4%.

Penguatan tersebut terjadi setelah bursa Wall Street mengalami tekanan besar pada perdagangan reguler. Indeks Dow Jones anjlok 1.153,18 poin atau 2,19%, menjadi penurunan harian terbesar sejak April 2025.

Indeks S&P 500 turun 1,52%, sedangkan Nasdaq Composite melemah 1,74%. Penutupan Nasdaq juga berada lebih dari 10% di bawah rekor intraday yang pernah dicapai.

Pergerakan saham emiten teknologi menjadi perhatian investor setelah laporan keuangan kuartalan dirilis.

Saham Meta Platforms turun 8% pada perdagangan setelah penutupan bursa. Penurunan terjadi setelah investor mencermati efektivitas monetisasi investasi kecerdasan buatan (AI) perusahaan.

Sebaliknya, saham Microsoft melonjak 9% setelah melaporkan permintaan yang kuat dari segmen pelanggan korporasi. Hasil tersebut memperlihatkan perbedaan kinerja strategi AI di antara perusahaan teknologi besar.

Chief Investment Officer Pave Finance, Stephen Evans, menilai kondisi itu menunjukkan dua pendekatan berbeda dalam investasi AI.

“Ini pada akhirnya adalah kisah tentang dua strategi investasi AI. Satu perusahaan mampu meningkatkan laba meski belanja besar, sedangkan perusahaan lain membiarkan biaya tersebut menggerus laba,” kata Evans.

Menurut Evans, hasil Microsoft juga meredakan kekhawatiran pasar terhadap perlambatan pertumbuhan perusahaan.

“Hasil Microsoft menunjukkan kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan mungkin terlalu berlebihan, terutama setelah tekanan yang dialami sahamnya. Bisnis iklan Meta tetap kuat, tetapi perusahaan kini harus menunjukkan pengendalian biaya yang lebih baik serta imbal hasil investasi yang lebih konsisten sebelum kepercayaan pasar pulih sepenuhnya,” ujarnya.

Pelaku pasar juga terus mencermati hasil rapat Federal Reserve yang memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5% hingga 3,75%.

Keputusan tersebut mendorong kenaikan tajam imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat bertenor panjang. Imbal hasil Treasury tenor 30 tahun melonjak 10 basis poin hingga menembus 5,2%, level tertinggi sejak 2007.

Head of Global Equities and Real Assets Wells Fargo Investment Institute, Sameer Samana, mengatakan The Fed masih memilih menunggu perkembangan ekonomi sebelum mengambil langkah berikutnya.

“The Fed tetap bersabar dan berada dalam mode menunggu sambil melihat perkembangan ekonomi dalam beberapa bulan ke depan. Pertemuan September tetap menjadi peluang bagi The Fed untuk bertindak jika data ekonomi mendukung, terutama untuk meredakan tekanan inflasi yang meningkat,” ujar Samana.

Pada Kamis (30/7/2026), investor akan menantikan sejumlah data ekonomi penting, termasuk klaim tunjangan pengangguran mingguan dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) periode Juni.

Berdasarkan konsensus Dow Jones, inflasi utama diperkirakan mencapai 3,7% secara tahunan. Sementara inflasi inti, yang tidak memasukkan komponen energi dan pangan, diperkirakan sebesar 3,3%.

Musim laporan keuangan emiten juga masih berlanjut. Bristol-Myers Squibb dijadwalkan merilis kinerja sebelum pembukaan pasar, sedangkan Amazon, Apple, dan Coinbase akan mengumumkan laporan keuangannya setelah penutupan perdagangan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat Imbas Keputusan The Fed Tahan Suku Bunga

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melonjak tajam pada...

Trump Ancam Balas Serangan Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak tajam pada...

Stock Futures Melemah, Harga Minyak Melonjak Usai AS Gagalkan Serangan Rudal Iran

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (stock futures) saham...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru