spot_img

Stock Future Nasdaq Menanjak, Laba Amazon Jaga Momentum Positif Wall Street

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka Nasdaq menanjak pada perdagangan Kamis malam (30/7/2026) waktu setempat. Kenaikan ini menyusul kebangkitan tajam Wall Street pada sesi reguler. Optimisme pasar juga terdongkrak oleh laporan keuangan Amazon yang sangat positif.

Mengutip CNBC, kontrak berjangka Nasdaq 100 tercatat naik 0,4%. Sementara itu, kontrak berjangka S&P 500 naik tipis 0,1%. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average bergerak cenderung datar.

Saham Amazon melonjak lebih dari 9% di perdagangan setelah jam kerja. Perusahaan melaporkan pendapatan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi. Kinerja ini didorong oleh kuatnya bisnis komputasi awan (cloud). Hasil tersebut memperkuat kepercayaan investor terhadap investasi kecerdasan buatan (AI).

Apple juga mencatatkan pendapatan kuartal ketiga yang melampaui target. Penjualan iPhone melonjak 22%. Namun, saham Apple turun 3% karena pendapatan dari sektor jasa tidak mencapai target.

Pemulihan ini terjadi setelah reli kuat pada sesi perdagangan Kamis. Saham Microsoft melompat 16% berkat pertumbuhan Azure yang sangat kuat. Hal ini memicu kenaikan saham produsen cip terkait AI. Indeks ETF iShares Semiconductor (SOXX) ikut naik lebih dari 8%.

Kondisi pasar membaik setelah sesi buruk pada Rabu lalu. Indeks Dow jatuh lebih dari 1.100 poin pada hari tersebut. Ini merupakan penurunan satu hari terburuk sejak April 2025.

Aksi jual sempat meningkat setelah Federal Reserve menahan suku bunga tetap. Keputusan ini memicu kekhawatiran bank sentral tertinggal dalam melawan inflasi. Imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 30 tahun naik menjadi di atas 5,2%. Angka ini mendekati level tertinggi sejak 2007.

Richard Bernstein, Global Head of Macro and Customized Investing di Janus Henderson Investors, memberikan analisanya. Ia menilai investor sedang menyesuaikan ekspektasi suku bunga Fed. Langkah ini mengurangi kelebihan dana yang selama ini memicu spekulasi pasar.

“Investor sedang mengatur ulang ekspektasi untuk pemotongan suku bunga Fed, mengurangi likuiditas berlebih yang telah memicu pasar yang didorong oleh momentum spekulatif,” ujar Bernstein.

Ia juga melihat perubahan arah pergerakan pasar. Investor mulai melirik saham-saham di luar raksasa teknologi.

“Kepemimpinan pasar meluas melampaui ‘Magnificent 7’ karena investor semakin menghargai fundamental yang membaik daripada momentum yang didorong oleh sensasi semata,” tambah Bernstein.

Meski terjadi gejolak besar pekan ini, indeks utama diperkirakan tetap berakhir menguat. Indeks Dow naik sekitar 0,5% untuk pekan ini. S&P 500 juga mencatatkan kenaikan sekitar 0,4% menjelang penutupan pasar hari Jumat.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Kembali Berkilau, Ternyata Ini Penyebabnya 

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah...

Arab Saudi Usulkan Koalisi Maritim, Harga Minyak Dunia Langsung Merosot 

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 2%...

Stock Futures AS Menguat Usai Laba Microsoft Lampaui Ekspektasi, Pasar Bangkit dari Tekanan The Fed

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka saham Amerika Serikat...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru