spot_img

Shell Cetak Laba USD 9,8 Miliar, Bursa Saham Eropa Melaju di Tengah Konflik AS-Iran

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup sebagian besar menguat pada akhir perdagangan Kamis (30/7/2026) waktu setempat. Kenaikan ini didorong oleh laporan laba perusahaan yang solid, terutama dari perusahaan minyak raksasa Shell. Sentimen positif ini muncul meski pasar menghadapi ketidakpastian suku bunga Amerika Serikat (AS) dan serangan militer terbaru di Iran.

Mengutip Investing, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,8%. Indeks CAC 40 Perancis menguat 0,92% ke level 8.485,64. DAX Jerman tumbuh 0,60% ke posisi 25.612,03.

Indeks IBEX 35 Spanyol melonjak 1,78% ke level 19.757,70. Sementara itu, indeks FTSE 100 Inggris berkinerja buruk dengan turun 0,10% ke posisi 10.897,27. Penurunan ini terjadi setelah Bank of England mempertahankan biaya pinjaman tetap stabil.

Sektor energi menjadi pendorong utama bursa kawasan. Shell melaporkan laba penyesuaian kuartal kedua mencapai USD 9,8 miliar. Angka ini naik lebih dari dua kali lipat dan melampaui ekspektasi pasar. Kinerja operasional yang kuat dan keuntungan perdagangan menjadi faktor kunci keberhasilan Shell.

Sentimen global sempat tertahan setelah Federal Reserve (Fed) membiarkan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu. Ketua Fed Kevin Warsh memberikan prospek kebijakan moneter yang belum jelas. Kevin berjanji untuk menahan inflasi yang persisten. Namun, pasar masih bingung apakah bank sentral akan menaikkan bunga lagi atau mempertahankannya dalam waktu lama.

Ketegangan geopolitik juga membayangi pasar. AS melancarkan serangan militer baru di dalam wilayah Iran. Konflik yang sudah berjalan lima bulan ini membuat pasar energi dunia terus dipantau ketat.

Di sisi ekonomi, data terbaru menunjukkan ekonomi Zona Euro tumbuh 0,4% pada kuartal kedua. Angka ini dua kali lipat dari ekspektasi awal sebesar 0,2%. Pertumbuhan didorong oleh lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI) dan pengeluaran pemerintah yang kuat.

Sektor keuangan memberikan dukungan besar bagi indeks saham Eropa. Societe Generale naik 5,8% setelah mencatat rekor laba kuartalan. BBVA asal Spanyol menguat 3,8% menyusul kenaikan laba bersih kuartal kedua. Manajer aset Perancis, Amundi, naik 6,1% setelah melampaui estimasi laba inti.

Saham teknologi bergerak bervariasi. Samsung dan Microsoft memberikan kabar positif yang menenangkan kekhawatiran valuasi AI. Namun, Meta Platforms membuat pasar gugup karena arus kas bebas mereka anjlok 91%. Meta membutuhkan dana besar untuk membangun infrastruktur AI global.

Sektor industri juga mencatat pergerakan signifikan. Schneider Electric melonjak 9,5% setelah menaikkan target setahun penuh. Permintaan infrastruktur energi yang kuat menjadi pemicunya. ArcelorMittal juga melampaui target laba berkat perlindungan perdagangan Eropa.

Kabar kurang sedap datang dari sektor kedirgantaraan dan ritel. Airbus turun 2,9% meski melaporkan kuartal kedua yang kuat. Adidas anjlok hampir 18% karena laba kuartalannya mengecewakan pasar. Perusahaan farmasi UCB turun 10% akibat target penjualan yang konservatif. Capgemini merosot 3,7% meskipun menaikkan perkiraan pertumbuhan pendapatan. Sementara itu, pemimpin farmasi Sanofi menaikkan prospek penjualan tahunan mereka

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Bangkit, Lonjakan Saham Microsoft Akhiri Tren Negatif Nasdaq

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Wall Street kompak menguat pada...

Mayoritas Bursa Asia Terkoreksi, Nikkei Menguat, Kospi Turun Lebih dari 1%

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas...

Wall Street Memerah, Dow Jones Tumbang 1.100 Poin Usai The Fed Tahan Suku Bunga

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Wall Street kompak melemah pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru