spot_img

Wall Street Bangkit, Lonjakan Saham Microsoft Akhiri Tren Negatif Nasdaq

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Wall Street kompak menguat pada penutupan perdagangan hari Kamis (30/07/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (31/07/2026) WIB. Bursa saham Amerika Serikat (AS) bangkit dari aksi jual hari sebelumnya setelah keputusan Federal Reserve menahan suku bunga. Sektor teknologi menjadi motor penggerak utama penguatan pasar.

Mengutip CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York melonjak 613,92 poin atau 1,2% ke level 52.208,06. Indeks S&P 500 (SPX) juga naik 1,7% dan berakhir di posisi 7.437,63. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, menguat 2,8% menjadi 25.122,18.

Kenaikan Nasdaq sekaligus mengakhiri tren penurunan selama enam hari beruntun. Saham Microsoft dan sektor semikonduktor memimpin reli ini. Microsoft melonjak 16% setelah melaporkan pertumbuhan kuat pada bisnis Azure miliknya.

Sektor semikonduktor melaju kencang dengan kenaikan ETF iShares Semiconductor (SOXX) lebih dari 8%. Micron Technology terbang 18%, sementara Advanced Micro Devices (AMD) naik lebih dari 13%. Pembuat memori asal Korea Selatan, SK Hynix, juga ikut melonjak lebih dari 17%.

Namun, Meta Platforms justru merosot 8%. Perusahaan merilis perkiraan pendapatan yang lemah. Arus kas bebas Meta pada kuartal kedua juga anjlok hingga 91%.

Stephen Evans, Chief Investment Officer di Pave Finance, menyoroti perbedaan strategi perusahaan teknologi saat ini. Ia melihat adanya perbedaan hasil dari investasi kecerdasan buatan (AI).

“Ini pada akhirnya adalah kisah tentang dua strategi investasi AI,” ujar Stephen.

Menurut Stephen, ada satu perusahaan yang meningkatkan laba meski belanja besar-besaran. Di sisi lain, ada perusahaan yang membiarkan biaya operasional menggerus laba bersihnya.

Pasar berhasil pulih dari sesi buruk pada hari Rabu. Sebelumnya, Dow jatuh lebih dari 1.100 poin dan menjadi penurunan terburuk sejak April 2025. Investor sempat khawatir bank sentral AS tertinggal dalam melawan inflasi.

Imbal hasil (yield) obligasi sempat melonjak karena kekhawatiran tersebut. Imbal hasil tenor 30 tahun mendekati level tertinggi tahun 2007 di posisi 5,2%. Sementara itu, kurva imbal hasil lainnya tidak banyak berubah.

Musim laporan keuangan perusahaan masih berlanjut pekan ini. Amazon, Apple, dan Coinbase dijadwalkan merilis kinerja mereka setelah pasar tutup. Investor terus memantau data ini untuk menentukan arah pasar selanjutnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Shell Cetak Laba USD 9,8 Miliar, Bursa Saham Eropa Melaju di Tengah Konflik AS-Iran

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup sebagian besar...

Mayoritas Bursa Asia Terkoreksi, Nikkei Menguat, Kospi Turun Lebih dari 1%

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas...

Wall Street Memerah, Dow Jones Tumbang 1.100 Poin Usai The Fed Tahan Suku Bunga

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Wall Street kompak melemah pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru