spot_img

BCI Pembeli Siaga Rights Issue BNBR Rp4,76 T, Percepat Pelunasan Utang dan Ekspansi! Cek Jadwalnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melakukan Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu V (PMHMETD V) atau rights issue.

Dalam aksi korporasi ini, BNBR menawarkan maksimal 89.919.839.078 Saham Biasa Seri E. Nilai nominalnya Rp12 per saham. Harga pelaksanaan dipatok sebesar Rp53 per saham. Lewat aksi ini, BNBR mengincar dana segar Rp4.765.751.471.134 atau sekitar Rp4,76 triliun.

Setiap pemilik 27 saham lama mendapatkan 14 HMETD. Satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru. Jika pemegang saham tidak mengambil haknya, persentase kepemilikan akan terkena penurunan (dilusi) maksimal 34,15%.

Dua pemegang saham utama, Port Fraser International Ltd dan Fountain City Investment Ltd, tidak mengambil hak mereka. Port Fraser memiliki 22,41% saham dan Fountain City mengantongi 22,17% saham. Keduanya mengalihkan seluruh hak tersebut kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI).

BCI bertindak sebagai pembeli siaga. BCI siap mengambil maksimal 49.836.848.233 sisa saham yang tidak diambil pemegang saham lain. Total nilai komitmen BCI mencapai Rp2,64 triliun.

Dana BCI untuk aksi ini sudah tersedia. Bukti kecukupan dana berasal dari surat keterangan beberapa bank besar. Mulai dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, hingga China Citic Bank International Limited.

Dalam dokumen prospektus, manajemen menjelaskan rencana pemakaian dana jumbo tersebut. Mayoritas dana untuk membayar utang anak usaha.

“Sebesar Rp4.362.417.779.559 akan digunakan oleh Perseroan untuk memberikan pinjaman kepada BTI, anak perusahaan Perseroan,” tulis manajemen BNBR.

BTI menggunakan dana itu untuk melunasi seluruh pokok pinjaman kepada Hartman International Pte. Ltd (Hartman) sebesar Rp3,66 triliun. Selain itu, dana Rp700 miliar dipakai untuk membayar utang kepada PT Bank Nationalnobu Tbk (Bank Nobu) yang jatuh tempo 31 Desember 2025.

BNBR juga mengalokasikan Rp200 miliar untuk setoran modal ke BCONS. Dana ini mendukung proyek Pertamina Hulu Rokan: North Dumai Development (PHR NDD). Lalu, Rp40 miliar untuk setoran modal ke CCT guna pengerjaan infrastruktur jalan tol Cimanggis – Cibitung. Sisa dana digunakan sebagai modal kerja seperti gaji karyawan dan biaya operasional kantor.

Berdasarkan data keuangan 2025, rasio cakupan pembayaran utang (DSCR) BNBR berada di level 0,41x. Angka ini turun dibanding tahun 2024 yang sebesar 0,59x. Penurunan terjadi karena kenaikan total liabilitas. Namun, BNBR optimistis rights issue ini akan mengurangi sebagian besar utang perusahaan.

Corporate Secretary PT Bakrie & Brothers Tbk, Christofer A. Uktolseja, menandatangani keterbukaan informasi ini. Uktolseja menyatakan pernyataan pendaftaran telah efektif pada 30 Juni 2026.

Berikut adalah jadwal sementara PMHMETD V BNBR:

  • Tanggal Terakhir Perdagangan Saham dengan HMETD (Cum-Right) di Pasar Reguler: 8 Juli 2026.

  • Tanggal Pencatatan (Recording Date) untuk memperoleh HMETD: 10 Juli 2026.

  • Periode Perdagangan dan Pelaksanaan HMETD: 14 – 27 Juli 2026.

  • Tanggal Penjatahan: 30 Juli 2026.

  • Tanggal Pembayaran Penuh oleh Pembeli Siaga: 31 Juli 2026

- Advertisement -

Artikel Terkait

Radiant Utama Interinsco (RUIS) Bagi Dividen Rp4,620 Miliar, Investor Dapat Rp6 per Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) akan...

CBDK Rampungkan Buyback 15,23 Juta Saham Senilai Rp55 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru