spot_img

Indosat (ISAT) Tuntaskan Penjualan Saham IFT Rp11,7 Triliun, Kas Perusahaan Melonjak

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indosat Tbk (ISAT) menuntaskan pelepasan saham PT Infra Fiber Teknologi (IFT). Penjualan ini dilakukan kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT). Aksi korporasi ini melibatkan PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta).

Berdasarkan keterbukaan informasi, Kamis (2/7/2026), transaksi ini rampung pada 30 Juni 2026 melalui penandatanganan akta di hadapan Notaris Buchari Hanafi. Nilai penjualan saham secara tunai mencapai Rp11.707.828.000.000 atau sekitar Rp11,7 triliun.

Manajemen ISAT menjelaskan ada dua skema dalam transaksi ini. Pertama, penjualan 11.707.828 saham atau setara 84,9% modal IFT kepada NFT. Kedua, transaksi inbreng atas 2.083.223 saham atau setara 15,1% modal IFT.

Melalui skema inbreng, ISAT dan Lintasarta menerima imbalan berupa saham baru yang diterbitkan NFT. ISAT menerima 1.991.439 saham NFT atau setara 49,1%. Sementara Lintasarta menerima 32.132 saham NFT atau 0,8%.

Usai transaksi, ISAT hanya menyisakan satu saham langsung di IFT. Namun, ISAT tetap memiliki kepemilikan efektif langsung maupun tidak langsung sebesar 49,68% pada IFT.

“Menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham melalui kepemilikan strategis pada Anak Perusahaan,” tulis manajemen ISAT dalam dokumen keterbukaan informasi.

Manajemen juga menyebut aksi ini bertujuan “Meningkatkan fokus Perseroan pada pengembangan bisnis inti telekomunikasi dan digital.” Selain itu, langkah ini diambil untuk “Memperkuat posisi keuangan dan meningkatkan fleksibilitas pengelolaan modal Perseroan.”

Berdasarkan laporan proforma per 7 Mei 2026, kas dan setara kas ISAT melonjak signifikan. Nilainya menjadi Rp17.466.054.000.000 atau Rp17,47 triliun dari posisi historis Rp5.758.226.000.000 atau Rp5,76 triliun. Total aset perusahaan juga naik menjadi Rp138.691.476.000.000 atau Rp138,7 tiliun.

Laba periode berjalan ISAT diproyeksikan meningkat menjadi Rp3.342.001.000.000 dari angka historis Rp2.172.146.000.000. Perusahaan membukukan keuntungan bersih atas pelepasan investasi senilai Rp1.645.152.000.000.

Kantor Jasa Penilai Publik Ruky, Safrudin & Rekan (KJPP RSR) telah melakukan penilaian. Objek penilaian meliputi aset tetap IFT, 100% saham IFT, dan saham NFT.

KJPP RSR menyimpulkan nilai pasar 100% saham IFT per 7 Mei 2026 mencapai Rp13.841.647.000.000. Sementara nilai pasar per saham NFT sebesar Rp1.000.000. “Menurut pendapat KJPP RSR, transaksi ini adalah wajar,” tulis penilai independen tersebut.

Direktur Utama ISAT, Vikram Sinha, bersama jajaran direksi dan dewan komisaris bertanggung jawab atas kebenaran informasi ini. Mereka menyatakan transaksi divestasi tidak mengandung benturan kepentingan.

Hingga 31 Mei 2026, pemegang saham ISAT terdiri atas Ooredoo Hutchison Asia Pte. Ltd. (65,64%), PT Perusahaan Pengelola Aset (9,63%), PT Tiga Telekomunikasi Indonesia (8,33%), dan masyarakat (16,39%). Negara Republik Indonesia juga memegang satu saham Seri A

- Advertisement -

Artikel Terkait

Perkuat Bisnis Inti, Petrosea (PTRO) Lepas 99,995% Saham KMS ke SINI Senilai Rp1,73 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Petrosea Tbk (PTRO) resmi melepas...

Multi Indocitra (MICE) Tebar Dividen Rp10 per Saham, Catat Jadwal CUM

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Multi Indocitra Tbk (MICE) membagikan...

Trimegah Bangun Persada (NCKL) Sepakati Dividen Rp42,64 per Saham dan Buyback Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) memutuskan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru