spot_img

Stock Futures Bergerak Beragam, Nasdaq Melonjak 1,3% usai Wall Street Menghijau

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Stock futures Amerika Serikat (AS) bergerak beragam pada Minggu (5/7/2026) malam waktu setempat atau Senin pagi (6/7/2026).  Pergerakan ini terjadi setelah Wall Street membukukan penguatan kuat sepanjang pekan lalu yang mendorong indeks Dow Jones Industrial Average mencetak rekor tertinggi.

Mengutip CNBC, kontrak berjangka (stock futures) Dow Jones turun 28 poin atau 0,1%. Sebaliknya, futures S&P 500 naik 0,4%, sedangkan futures Nasdaq-100 melonjak 1,3%.

Pelaku pasar juga mencermati pergerakan bursa Asia-Pasifik.  Investor mulai mengevaluasi kembali investasi di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sembari menunggu risalah rapat Federal Reserve (The Fed) periode Juni yang dijadwalkan dirilis pada pekan ini.

Kontrak berjangka indeks Nikkei 225 di Chicago berada di level 70.040. Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir Nikkei di 69.744,07, sehingga mengindikasikan pembukaan yang positif.

Sebaliknya, futures indeks S&P/ASX 200 Australia berada di level 8.794. Angka itu lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir indeks di 8.844,40.

Sementara itu, futures indeks Hang Seng Hong Kong terakhir diperdagangkan di level 23.253. Posisi tersebut juga berada di bawah penutupan sebelumnya di 23.350,03.

Sepanjang pekan lalu, Dow Jones menguat hampir 2%. Kenaikan itu membawa indeks tersebut semakin dekat ke level psikologis 53.000, yang belum pernah dicapai sebelumnya. Indeks S&P 500 juga naik 1,8%, sedangkan Nasdaq Composite menguat 2,1%.

Penguatan ketiga indeks utama Wall Street terjadi di tengah pelemahan saham-saham semikonduktor, yang selama ini menjadi motor penggerak pasar saham AS.

ETF VanEck Semiconductor (SMH) turun 3,2%. Penurunan tersebut menjadi pelemahan mingguan kedua secara berturut-turut.

Kepala Strategi Teknikal Fundstrat, Mark Newton, menilai rotasi investasi ke sektor lain menjadi sinyal positif bagi pasar.

 “Meluasnya rotasi sektor menjadi perkembangan yang sangat positif.  Sektor keuangan, kesehatan, dan industri sama-sama ditutup di rekor tertinggi mingguan baru dan mampu mengimbangi konsolidasi pada saham semikonduktor,” kata Newton.

Ia menambahkan pelemahan sektor semikonduktor hanya menjadi hambatan jangka pendek.

“Penurunan saham semikonduktor menjadi hambatan jangka pendek yang mendukung kepemilikan sektor lain selama proses penyesuaian berlangsung. Namun, hal itu belum memengaruhi kinerja indeks secara keseluruhan,” ujarnya.

Newton memperkirakan indeks S&P 500 berpotensi mencapai level 8.000 pada pertengahan Agustus. Pada penutupan pekan lalu, indeks tersebut berada di level 7.483,24 atau sekitar 7% di bawah target tersebut.

Fokus investor pada pekan ini juga tertuju pada risalah rapat Federal Reserve bulan Juni. Dokumen itu dijadwalkan dirilis Rabu (8/7/2026) dan menjadi risalah pertama sejak Kevin Warsh memimpin bank sentral AS sebagai Ketua The Fed.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Menguat, Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Pertama Sejak Mei, Ini Pemicunya

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia menguat pada perdagangan...

Jalur Hormuz Pulih, OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Minyak Mulai Agustus

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya...

Harga Emas Spot Melejit 2,2%, Pemicunya Data Tenaga Kerja AS dan Kebijakan Suku Bunga The Fed

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak penguatan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru