STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola jaringan restoran KFC Indonesia, kembali melaporkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia. Ini terkait laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka. Dalam dokumen tersebut tercatat transaksi 100 saham dengan harga Rp1 triliun per lembar pada 6 Juli 2026. Dengan harga tersebut, nilai transaksi yang tercantum dalam dokumen mencapai Rp100 triliun.
Laporan itu disampaikan sesuai ketentuan POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
Dalam rincian transaksi disebutkan jenis transaksi berupa eksekusi atas saham perusahaan terbuka yang dijaminkan. Transaksi dilakukan terhadap 100 saham biasa dengan harga Rp1.000.000.000.000 per saham pada 6 Juli 2026. Status kepemilikan tercatat sebagai kepemilikan langsung.
Dokumen tersebut juga menunjukkan jumlah saham yang dimiliki sebelum dan sesudah transaksi tetap 100 saham. Hak suara sebelum maupun sesudah transaksi juga tetap 100%. Pada bagian keterangan pengendali tertulis Ya, dan pengendalian tetap dipertahankan setelah transaksi.
Sementara itu, berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per akhir Mei 2026, seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris FAST tercatat tidak memiliki saham perseroan.
Jajaran Direksi yang tidak memiliki saham terdiri atas Ricardo Gelael, Wachjudi Martono, Ferry Noviar, Justinus Dalimin, Cahyadi Wijaya, Fabian Gelael, Adhi Indrawan, Tony Subagio, dan Dio May Avico. Masing-masing tercatat memiliki 0 saham atau 0% kepemilikan.
Hal serupa juga terjadi pada Dewan Komisaris. Anthony Salim, Noni Rosalia, Elisabeth Gelael, Benny Setiawan, Omar Luthfi, dan Gunawan Solaiman masing-masing tercatat memiliki 0 saham atau 0% kepemilikan di FAST.
Untuk struktur pemegang saham, PT Gelael Pratama masih menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 1.862.777.717 saham atau 41,18%. Posisi kedua ditempati PT Indoritel Makmur yang menguasai 1.696.782.159 saham atau 37,51%.
Dokumen tersebut juga mencantumkan Elisabeth Gelael sebagai Ultimate Beneficial Owner (UBO) atau pemilik manfaat pada tingkat individu PT Fast Food Indonesia Tbk melalui PT Gelael Pratama dengan kepemilikan 41%.
FAST memiliki 4.523.610.492 saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dari jumlah tersebut, saham free float mencapai 948.086.694 saham atau 20,96%.
Jumlah pemegang saham yang memiliki Single Investor Identification (SID) tercatat turun dari 10.482 menjadi 10.303 hingga akhir Mei 2026.
Di pasar reguler, saham FAST ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/7/2026) pukul 09.32 WIB. Saham FAST diperdagangkan di level Rp260 per saham, naik 2 poin atau 0,78% dibandingkan harga penutupan sebelumnya. Hingga waktu tersebut, nilai transaksi tercatat sekitar Rp72,09 juta, dengan volume perdagangan mencapai 279,80 ribu saham dan frekuensi transaksi sebanyak 146 kali.
Dalam lima hari perdagangan terakhir, saham FAST menguat 20,56%. Namun, dalam tiga bulan terakhir saham ini masih turun 5,15%, enam bulan melemah 47,56%, year to date (YTD) turun 55,90%, satu tahun terkoreksi 14,57%, tiga tahun merosot 69,10%, dan lima tahun anjlok 74,83%.

