STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Tekanan jual masih mendominasi pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sesi I hari ini, Senin (06/7/2026). Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir sesi I ditutup melemah 10,811 poin atau turun 0,18% ke level 5.864,968.
Penurunan IHSG siang ini dipicu oleh turunnya harga saham 295 emiten, sementara sebanyak 285 saham ditutup naik dan 198 saham tidak mengalami perubahan harga pada sesi pertama, Senin (06/7/2026).
Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG sempat bergerak menguat hingga menyentuh level tertinggi 5.935,683. Namun, tekanan jual yang meningkat menjelang siang membuat IHSG berbalik melemah dan sempat menyentuh level terendah 5.857,350.
Pergerakan IHSG yang berakhir di zona negatif di sesi I siang ini menunjukkan tekanan jual masih sedikit lebih dominan dibanding aksi beli, meski sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan dan menjaga pelemahan IHSG tetap terbatas.
Saham-saham yang melorot di sesi pertama hari ini adalah TLKM turun 1,19% jadi Rp2.490 per saham. UNVR tertekan 1,67% jadi Rp1.770, ASII turun 1,87% jadi Rp4.720, BBRI turun 0,74% jadi Rp2.690, AMMN turun 1,14% jadi Rp3.460, DSSA turun 1,22% jadi Rp810, BMRI turun 1,50% jadi Rp3.950, dan CUAN turun 1,64% ke harga Rp600 per saham.
Sedangkan saham-saham yang menguat di antaranya BBCA naik 0,83% jadi Rp6.100 per saham. ENRG naik 2,33% jadi Rp1.100, RAJA naik 2,03% jadi Rp4.020, BRMS naik 1,41% jadi Rp505, TPIA naik 1,12% jadi Rp1.805, dan BREN naik 0,29% ke harga Rp3.410 per saham.
Sementara itu, total volume perdagangan saham di BEI pada sesi I, Senin (06/7/2026) mencapai 10,722 miliar lembar saham senilai Rp4,764 triliun dengan frekuansi transaksi sebanyak 912.073 kali.

