spot_img

Saham Free Float CBDK 12% Per Juni 2026, 4 Sosok Ini Pemilik Manfaat Akhir

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melaporkan posisi terbaru kepemilikan saham perusahaan untuk periode Juni 2026.  Data terbaru menunjukkan porsi saham publik atau free float emiten properti ini masih berada di bawah batas minimal yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek, jumlah saham free float CBDK tercatat sebesar 680.482.660 lembar saham. Angka ini setara dengan 12% dari total saham tercatat.

Pencapaian tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Mei 2026, jumlah saham free float perseroan mencapai 690.915.560 lembar atau 12,19%.

Sesuai regulasi BEI, setiap perusahaan tercatat di Papan Utama wajib memenuhi persyaratan saham free float paling sedikit 50.000.000 saham dan minimal 15% dari jumlah saham tercatat.  Dengan posisi 12% per akhir Juni 2026, CBDK terpantau belum memenuhi kriteria batas minimum 15% tersebut.

Laporan yang ditandatangani Yohanes Edmond Budiman, Corporate Secretary CBDK, menyebutkan PT Pantai Indah Kapuk tetap menjadi pemegang saham pengendali.  Perusahaan ini menguasai 4.947.011.240 lembar saham atau setara 87,27%.

Selain pemegang saham pengendali, perseroan memiliki saham treasuri. Jumlahnya tercatat sebanyak 25.875.300 lembar saham atau 0,46%.

Jumlah pemegang saham atau pemilik Single Investor Identification (SID) CBDK juga mengalami penyusutan.  Per Juni 2026, jumlah pemegang saham tercatat sebanyak 28.865 pihak. Angka ini berkurang 980 investor dari bulan sebelumnya yang mencapai 29.845 pihak.

Meski demikian, jumlah pemegang saham ini masih jauh di atas batas minimal BEI. Ketentuan bursa mensyaratkan jumlah pemegang saham paling sedikit sebanyak 300 nasabah pemilik SID.

CBDK juga merincikan data pemilik manfaat akhir atau Ultimate Beneficial Owner (UBO).  Terdapat empat nama yang tercatat sebagai pengendali tingkat individu.

Pertama, Susanto Kusumo dengan kepemilikan 100% melalui PT Cahaya Bintang Sejahtera. Kedua, Alexander Halim Kusuma dengan kepemilikan 25% melalui PT Catur Kusuma Abadi Sejahtera.

Ketiga, Richard Halim Kusuma yang juga memiliki 25% saham melalui PT Catur Kusuma Abadi Sejahtera. Keempat, Hindarto Budiono dengan kepemilikan 96% melalui PT Tunas Mekar Jaya.

Manajemen menegaskan seluruh informasi dalam laporan bulanan ini telah dimuat secara lengkap dan benar. “Semua informasi dalam LBRE telah dimuat secara lengkap dan benar, tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material,” tulis manajemen dalam dokumen tersebut, dikutip Selasa (7/7/2026).

- Advertisement -

Artikel Terkait

Komisaris CUAN Erwin Ciputra Borong 1 Juta Saham, Beli di Harga Diskon

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Erwin Ciputra, Dewan Komisaris PT Petrindo...

Catat, Cum Dividen MTEL Jatuh pada 8 Juli 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Dayamitra Telekomunikasi (Persero) Tbk (MTEL)...

Komisaris Indosat (ISAT) Seppalga Ahmad Mundur, Efektif Berlaku 05 Juli 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indosat Tbk (ISAT) mengumumkan telah...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru