STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (stock futures) saham Amerika Serikat bergerak nyaris tidak berubah pada perdagangan Senin malam (6/7/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (7/7/2026) WIB. Pergerakan ini terjadi setelah indeks Dow Jones Industrial Average mencetak rekor dengan ditutup di atas level 53.000 untuk pertama kalinya.
Mengutip CNBC, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average naik 56 poin atau sekitar 0,1%. Sementara itu, kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq-100 diperdagangkan relatif datar.
Pergerakan futures mengikuti penutupan positif Wall Street pada perdagangan sebelumnya. Dow Jones menembus level 53.000 untuk pertama kalinya, sekaligus mencatat rekor penutupan baru.
Penguatan Wall Street dipimpin oleh saham-saham teknologi. Indeks Nasdaq Composite ditutup naik lebih dari 1% setelah saham-saham semikonduktor kembali menguat. Saham Western Digital melonjak 7%, sedangkan Advanced Micro Devices (AMD) naik 6,6%. Sementara itu, indeks S&P 500 mengakhiri perdagangan dengan kenaikan sekitar 0,7%.
Saham Dell Technologies melonjak lebih dari 4% setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendorong masyarakat membeli komputer buatan perusahaan tersebut dalam sebuah acara di Gedung Putih.
Di sisi lain, saham Microsoft melemah setelah perusahaan perangkat lunak itu mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 4.800 karyawan.
Sementara itu, saham Rivian Automotive anjlok lebih dari 8% setelah produsen kendaraan listrik tersebut memulai penawaran umum sebanyak 75 juta saham biasa.
Adapun saham SpaceX turun sekitar 1% menjelang masuknya perusahaan tersebut ke dalam indeks Nasdaq-100 pada Selasa.
Global Head of Macro and Customized Investing Janus Henderson, Richard Bernstein, mengatakan penguatan indeks saham didukung pertumbuhan laba perusahaan yang masih kuat.
“Kita melihat rekor baru di berbagai indeks, dan itu masuk akal. Bukan hanya pertumbuhan laba yang kuat, tetapi juga terjadi secara luas. Kondisi itu mulai menyebar ke pasar,” ujar Bernstein kepada CNBC.
Pelaku pasar selanjutnya menantikan rilis data defisit neraca perdagangan Amerika Serikat yang dijadwalkan terbit pada Selasa pagi waktu setempat.
Selain data ekonomi tersebut, tidak ada laporan kinerja keuangan emiten besar yang dijadwalkan dirilis pada hari itu.

