spot_img

Tael Two Partners Jual Seluruh Saham Sekar Bumi (SKBM), Kantongi Cuan Rp83,21 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Tael Two Partnes Ltd, perusahaan investasi danekuiti yang berbasis di wilayah Asia Tenggara telah menjual seluruh sahamnya di PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) sebanyak 554.706.046 unit atau 32,06% melalui BEI pada tanggal 2 Juli 2026.

Setelah transaksi tersebut, Tael Two Partners Ltd tercatat tidak lagi memiliki sahamĀ  dalam SKBM atau 0%. Tujuan Tael Two Partnes Ltd menjual saham DILD adalah untuk memenuhi kebutuhan likuiditas yang bersifat segera.

Seperti dikutip dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke BEI, Rabu 8 Juli 2026, Tael Two Partnes Ltd menjual saham SKBM pada harga Rp150 per lembar. Ā Dengan demikian, Perusahaan investasi tersebut berhasil mengantongi dana sebesar Rp83,21 miliar.

Pada transaksi 2 Juli 2026, saham SKBM ditutup di posisi RpRp424 per unit. Itu berarti, Tael Two Partnes Ltd menjualĀ  saham SKBM di bawah harga pasar atau lebih murah Rp274 per unit.

Hingga pukul 15.10Ā  WIB perdagangan sesi II di Bursa Efek Indonesia, Rabu 8 Juli 2026, saham SKBM tercatat naik 8,53% menjadiĀ  Rp700 per unit dibanding sehari sebelumnya di RpRp645 per unit. Selama periode sepekan, saham SKBM telah melonjak sebesar 49,30%. Jika dibandingkan antara harga 8 Juni 2026 sebesarĀ  Rp550 terhadap penutupan kemarin, maka saham emiten produsen makanan olahan beku itu telah meningkat 17,27%.

Dari sisi keuangan, SKBM berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp69,54 miliar padatahun 2025, Pada periode sama tahun 2024, Perseroan masih rugi bersih Rp76,22 miliar. Penjualan bersih Perseroan mencapai Rp3,01 triliun pada 2025,tumbuh 33,18% dari Rp2,26 triliun di 2024.

PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) adalah perusahan yang bergerak di bidang industri makanan beku dengan produk ternamanya Finna Shrimp Cracker. Didirikan pada tahun 1966, dengan nama Harry Susilo Private Limited, sebagai perusahaan perdagangan hasil laut.

Perusahaan ini menjadi pemasok udang dan hasil laut ke Toyo Menka Company pada tahun 1968. Perusahaan ini terus mengembangkan bisnisnya ke komoditas pertanian, dan kemudian berkembang menjadi Grup Sekar. Perusahaan melakukan IPO pada tahun 1993. Produknya diekspor ke seluruh Asia, Amerika Serikat, dan Eropa.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Sujito Ngadiman Jual 11,9 Juta Saham Dewi Shri (DEWI) Senilai Rp1,42 Miliar, Harga Diskon

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Sujito Ngadiman, salah satu pemegang saham pengendali...

Indonesia Masuk dalam Watchlist S&P Dow Jones Indices, IHSG Anjlok Lagi 1,89%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri...

BEI Ungkap Strategi Menghidupkan Kembali Transaksi Saham yang Masih Sepi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan tetap...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru