STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Samuel Sekuritas Indonesia menjual sebagian kepemilikan sahamnya di PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS). Nilai total transaksi penjualan saham emiten perkebunan sawit ini mencapai Rp374,54 miliar.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham, transaksi tersebut berlangsung pada Jumat 17 Juli 2026. Samuel Sekuritas melepas sebanyak 596.665.200 lembar saham NSSS.
Penjualan saham dilakukan dalam dua tahap transaksi dengan harga berbeda. Tahap pertama, Samuel Sekuritas menjual 243.188.100 lembar saham pada harga Rp450 per saham.
Nilai transaksi pertama ini tercatat sebesar Rp109,43 miliar. Tujuan dari pelepasan saham tahap awal ini adalah untuk pencairan REPO.
Pada tahap kedua, perusahaan menjual 353.477.100 lembar saham. Harga pelaksanaan pada transaksi ini lebih tinggi, yakni Rp750 per saham.
Nilai transaksi tahap kedua tersebut mencapai Rp265,10 miliar. Perusahaan menyebutkan tujuan transaksi ini adalah untuk kepentingan top down REPO.
Aksi pelepasan saham ini membuat porsi kepemilikan Samuel Sekuritas di NSSS menyusut. Sebelum transaksi, perusahaan menguasai 8.370.966.800 lembar saham atau setara 35,17%.
Setelah transaksi tuntas, sisa saham Samuel Sekuritas di NSSS menjadi 7.774.301.600 lembar. Persentase kepemilikan saham kini berada di level 32,66%.
“Sesuai Pasal 2 Ayat 2 POJK 4/2024, saya melaporkan telah memiliki saham Perusahaan Terbuka,” tulis manajemen Samuel Sekuritas Indonesia dalam dokumen keterbukaan informasi Jumat (17/7/2026).
Status kepemilikan saham Samuel Sekuritas pada emiten NSSS merupakan kepemilikan langsung. Dalam laporan itu, Samuel Sekuritas juga tercatat menjabat sebagai Direksi di NSSS.
Pihak manajemen menegaskan kepemilikan ini tidak bersifat sebagai pengendali perusahaan.
“Saya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh akibat hukum yang timbul dan menjamin kebenaran atas seluruh data, informasi, keterangan dan/atau dokumen yang dilaporkan,” ungkap manajemen Samuel.
Hingga saat ini, Samuel Sekuritas Indonesia masih menjadi salah satu pemegang saham utama di NSSS. Penurunan porsi kepemilikan sebesar 2,51% ini murni terkait aktivitas transaksi REPO perusahaan.

