spot_img

Saham Chip Tumbang dan Konflik AS-Iran Memanas, Wall Street Parkir di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street kompak melemah pada penutupan perdagangan hari Jumat (17/7/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (18/7/2026) WIB. Para pelaku pasar mengamati pergerakan saham sektor semikonduktor dan laporan keuangan terbaru.  Ketegangan perang antara AS dan Iran yang kembali memanas juga menjadi perhatian utama investor.

Mengutip CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York turun 406,55 poin atau 0,77% ke level 52.146,42.  Indeks S&P 500 (SPX) juga melemah 1,01% dan berakhir di posisi 7.457,69.  Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, merosot 1,4% menjadi 25.520,24.

Sepanjang minggu ini, ketiga indeks utama mencatatkan kerugian. S&P 500 turun 1,6%, sementara Nasdaq merosot 2,9%. Adapun Dow Jones melemah 0,9% dalam periode mingguan.

Sektor semikonduktor mengalami tekanan hebat.  VanEck Semiconductor ETF (SMH) mencatat penurunan hampir 9% dalam empat minggu terakhir.  Hal ini dipicu oleh peluncuran model kecerdasan buatan (AI) baru dari perusahaan rintisan China, Moonshot AI. Produk ini diklaim mampu mengejar keunggulan teknologi dari Amerika Serikat.

Angelo Kourkafas, Senior Investment Strategist di Edward Jones, memberikan penjelasannya.  Ia menyoroti persaingan dari model sumber terbuka di China.

“Perkembangan terbaru adalah persaingan dari model sumber terbuka di China, yang kabarnya menyaingi kinerja penawaran terkemuka dari Anthropic dan OpenAI, meningkatkan kekhawatiran baru mengenai laju pengeluaran teknologi yang besar,” ujar Angelo.

Angelo melihat tanda-tanda kelelahan di pasar.  Permintaan pengguna akhir untuk AI menjadi lebih sensitif terhadap harga.  Pasar mulai memberikan sanksi kepada perusahaan yang meningkatkan pengeluaran terlalu agresif.

“Kami melihat volatilitas ini sebagai sinyal tema AI kemungkinan besar sedang matang daripada hancur, yang merupakan bagian sehat dari evolusi siklus investasi transformatif,” tambahnya.

Selain saham chip, saham Netflix juga menjadi beban besar.  Harga sahamnya anjlok lebih dari 7% pada Jumat. Perkiraan perusahaan gagal meredakan kekhawatiran investor terkait pertumbuhan yang melambat.

Ketegangan geopolitik turut menekan pasar saham dan mendorong harga minyak dunia.  Kuwait melaporkan serangan Iran terhadap pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi air.  Komando Pusat AS mengonfirmasi telah menyelesaikan serangan malam keenam berturut-turut terhadap sasaran militer Iran.

Pejabat Iran juga mengeklaim telah menargetkan pasukan militer AS di Suriah dan Bahrain.  Konflik ini mengganggu aliran energi melalui Selat Hormuz.  Jalur ini menangani sekitar 20% lalu lintas minyak dunia.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 4,5% menjadi 82,49 USD per barel. Minyak mentah Brent naik 4,6% ke posisi 88,10 USD per barel.  David Wagner, Head of Equities di Aptus Capital Advisors, ikut memberikan tanggapan.

“Kenaikan harga minyak ini akan menakuti orang-orang, tetapi kita masih berada di kisaran rata-rata,” kata David.

David tetap optimis terhadap pasar secara luas meskipun harga minyak naik. Ia memperkirakan akan ada lebih banyak volatilitas di masa depan.  Investor kini bersiap menghadapi ketidakpastian ekonomi akibat faktor geopolitik dan teknologi tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Sektor Teknologi Tumbang, Mayoritas Bursa Saham Eropa Parkir di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Aksi Jual Chip AI Hantam Bursa Asia, Saham SoftBank dan Tokyo Electron Anjlok 9%

STOCKWATCH.ID (TOKYO) - Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik sebagian...

Saham Teknologi dan Chip Berguguran, Tiga Indeks Wall Street Parkir di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru