spot_img

Emiten Prajogo Pangestu (CUAN) Masih Simpan 19,7 Juta Saham Treasuri, Belum Ada Pengalihan Buyback

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melaporkan belum melakukan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali saham (buyback) hingga periode 30 Juni 2026. Emiten milik taipan Prajogo Pangestu ini masih menyimpan sebanyak 19.700.600 saham treasuri.

Laporan tersebut disampaikan Perseroan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 Juli 2026. Surat itu ditandatangani Sekretaris Perusahaan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, Robertus Maylando Siahaya, serta Direktur Utama Perseroan, Michael.

Dalam laporan pengalihan kembali saham hasil buyback, CUAN menyebut tidak terdapat saham treasuri yang dijual atau dialihkan selama periode pelaporan. Harga rata-rata pengalihan, jumlah dana yang diperoleh, maupun kerugian dari pengalihan juga tercatat nihil.

“Jumlah saham hasil buy back yang telah dijual/dialihkan sebesar 0 saham, sedangkan jumlah saham hasil buy back yang belum dialihkan sebanyak 19.700.600 saham,” tulis manajemen Perseroan dalam laporannya.

Berdasarkan lampiran laporan perkembangan saham treasuri, jumlah tersebut berasal dari dua aksi buyback yang dilakukan Perseroan dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan sesuai ketentuan POJK Nomor 13 Tahun 2023.

Aksi buyback pertama selesai pada 24 Juni 2025 dengan harga rata-rata pembelian kembali sebesar Rp4.780,29 per saham. Jumlah saham yang wajib dialihkan kembali tercatat sebanyak 418.400 saham atau setara 4.184.000 saham setelah pelaksanaan stock split pada 11 Juli 2025.

Selanjutnya, buyback kedua selesai pada 3 Mei 2026 dengan harga rata-rata Rp1.553,83 per saham. Dari aksi tersebut, jumlah saham yang wajib dialihkan kembali mencapai 15.516.600 saham.

Perseroan juga menyampaikan hingga akhir Juni 2026 belum menetapkan waktu maupun mekanisme pengalihan kembali saham treasuri tersebut. Pihak penerima pengalihan saham juga masih belum ditentukan.

Dalam catatan laporannya, CUAN menjelaskan jumlah saham secara keseluruhan telah disesuaikan dengan aksi pemecahan nilai nominal saham (stock split) yang dilakukan Perseroan pada 11 Juli 2025.

Adapun total saham treasuri yang masih wajib dialihkan kembali hingga 30 Juni 2026 mencapai 19.700.600 saham. Sementara jumlah saham yang telah dialihkan masih nihil.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Purnomo Investama Borong 3,72 Juta Lembar Saham BIRD, Kepemilikan Tembus 2%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Purnomo Investama, telah menambah kepemilikan saham PT...

Tunggal Jaya Investama Borong 400 Ribu Saham IMPC, Porsi Kepemilikan Tetap 37,89%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Salah satu pemegang saham PT Impack Pratama...

Kena Notasi UMA, KOKA Sebut Lonjakan Harga Saham Murni Sentimen Pasar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Manajemen PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) menegaskan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru