STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi akan menguji level resistance 6.220 pada perdagangan Selasa (28/7/2026). Meski ada peluang menguat, pergerakan indeks dibayangi risiko koreksi jangka menengah.
Fanny Suherman, CFP®️, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memberikan catatannya terkait arah pasar. Menurutnya, posisi indeks saat ini cukup rentan meski ada upaya penguatan teknis.
“IHSG berpeluang untuk tes resistance di 6.220. Namun, setelah itu rentan kembali koreksi dengan target middle term di 6.050-6.150,” ujar Fanny dalam risetnya hari ini.
Pada perdagangan Senin (27/7/2026), IHSG ditutup turun 10,65 poin atau melemah 0,17% ke level 6.185. Sepanjang hari kemarin, volume perdagangan mencapai 27,775 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi Rp12,178 triliun. Market cap BEI tercatat berada di angka Rp10.874,025 triliun.
Sebanyak 307 saham terpantau naik, sementara 341 saham lainnya mengalami penurunan. Dari sisi sektoral, sektor industrial (+0,68%) tampil paling kuat. Di sisi lain, sektor infrastructures (-1,25%) terpuruk di posisi terendah.
Data Bloomberg menunjukkan sektor infrastruktur menjadi penekan utama dengan -3,146 poin, disusul energi -3.018 poin, dan material dasar -2.609 poin. Pelemahan ini juga dibarengi aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp492 miliar.
Fanny mencatat sejumlah saham blue chip menjadi sasaran jual pemodal asing. “Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, EMAS, BBRI, ASII dan DSSA,” imbuhnya.
Menariknya, beberapa saham yang masuk dalam rekomendasi hari ini seperti NCKL dan INDY baru saja ditetapkan sebagai konstituen baru indeks LQ45. Berdasarkan pengumuman bursa No. Peng-00148/BEI.POP/07-2026, kedua emiten ini bersama BFIN terpilih masuk dalam daftar indeks unggulan untuk periode efektif Agustus hingga Oktober 2026.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menetapkan rentang batas bawah (support) IHSG pada level 6.050-6.150. Sementara itu, batas atas (resistance) diperkirakan berada di posisi 6.200-6.220.
Fanny membagikan ide perdagangan saham yang menarik untuk dicermati investor. “Trading idea hari ini: NCKL, INDY, BFIN, BIPI, MINA, dan INET,” kata Fanny.
Berikut rincian rekomendasi trading lengkapnya:
- NCKL – Spec Buy
- Area beli: Rp840
- Cut loss: di bawah Rp830
- Target dekat: Rp860 – Rp890
- INDY – Buy if Break
- Area beli: Break Rp2.630
- Cut loss: di bawah Rp2.540
- Target dekat: Rp2.680 – Rp2.770
- BFIN – Spec Buy
- Area beli: Rp765 – Rp780
- Cut loss: di bawah Rp750
- Target dekat: Rp805 – Rp835
- BIPI – Spec Buy
- Area beli: Rp143 – Rp146
- Cut loss: di bawah Rp141
- Target dekat: Rp150 – Rp154
- MINA – Spec Buy
- Area beli: Rp274
- Cut loss: di bawah Rp268
- Target dekat: Rp280 – Rp288
- INET – Buy on Weakness
- Area beli: Rp216 – Rp226
- Cut loss: di bawah Rp208
- Target dekat: Rp230 – Rp234
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.

