spot_img

Ditopang Penjualan Lokal dan Ekspor Perdana, Laba SCNP Melesat 28,4% pada Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) berhasil mencatatkan kinerja positif pada paruh pertama tahun 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp12,56 miliar pada periode yang berakhir 30 Juni 2026. Pencapaian ini tumbuh 28,4% dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp9,78 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dipublikasikan di Jakarta, laba per saham dasar SCNP ikut terkerek menjadi Rp5,32 per lembar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba per saham berada di angka Rp3,91.

Kenaikan laba ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan usaha yang signifikan. SCNP mengantongi pendapatan sebesar Rp156,58 miliar hingga Juni 2026. Nilai tersebut melonjak 41,7% dari Rp110,46 miliar pada Juni 2025.

Penjualan lokal masih menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp154,92 miliar. Selain itu, Perseroan mulai mencatatkan penjualan ekspor sebesar Rp1,66 miliar yang pada tahun sebelumnya nihil.

Dua pelanggan utama menjadi motor penggerak omzet perusahaan. PT Versuni Homelife Indonesia menyumbang Rp78,52 miliar atau 50,15% dari total penjualan. Sementara itu, PT Citra Kreasi Makmur berkontribusi sebesar Rp42,15 miliar atau 26,92%.

Seiring dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan juga meningkat. Tercatat beban pokok naik menjadi Rp133,98 miliar dari Rp95,99 miliar secara year on year (yoy). Namun, Perseroan tetap mampu mengamankan laba kotor sebesar Rp22,61 miliar, lebih tinggi dari sebelumnya Rp14,47 miliar.

Dari sisi beban operasional, SCNP mencatatkan beban usaha sebesar Rp15,87 miliar. Angka ini relatif stabil dibandingkan periode Juni 2025 sebesar Rp15,63 miliar. Efisiensi ini membuat laba sebelum pajak naik menjadi Rp12,62 miliar dari posisi Rp9,78 miliar.

Direktur Utama SCNP, Djamarwie dan Direktur Donny T. Herwindo menegaskan tanggung jawab manajemen atas performa ini. “Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian Grup,” tegas Djamarwie dalam surat pernyataan Direksi.

Djamarwie juga menambahkan laporan ini disusun sesuai standar akuntansi keuangan. “Semua informasi dalam laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak telah dimuat secara lengkap dan benar,” imbuhnya.

Menilik kekuatan neraca, total aset SCNP per 30 Juni 2026 mencapai Rp479,38 miliar. Posisi ini meningkat 12,8% dibandingkan total aset per 31 Desember 2025 sebesar Rp424,93 miliar.

Peningkatan aset terutama didorong oleh kenaikan kas dan setara kas yang mencapai Rp48,19 miliar. Selain itu, terdapat penempatan kas yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp27,5 miliar sebagai agunan fasilitas pinjaman perbankan.

Jumlah liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp129,07 miliar pada Juni 2026. Angka ini naik signifikan dari Rp77,17 miliar pada akhir 2025. Kenaikan liabilitas dipicu oleh adanya utang bank jangka pendek sebesar Rp24,9 miliar untuk mendukung modal kerja.

Sementara itu, total ekuitas SCNP menguat menjadi Rp350,31 miliar pada Juni 2026 dari posisi Rp347,75 miliar pada akhir tahun lalu. Pertumbuhan ekuitas ini didorong oleh akumulasi saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp28 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru