spot_img

MPPA Pangkas Rugi Bersih 41,3% di Semester I 2026, Penjualan Tembus Rp4 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatat perbaikan kinerja keuangan pada semester I 2026. Perseroan membukukan pertumbuhan penjualan bersih, laba kotor, dan laba operasional. Adapun rugi bersih  menyusut dibanding periode yang sama 2025

Berdasarkan laporan kinerja yang diumumkan Rabu 29 Juli 2026, penjualan bersih MPPA mencapai Rp4,005 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut meningkat 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp3,853 triliun.

Sejalan dengan kenaikan penjualan, laba bruto Perseroan tumbuh 5,2% menjadi Rp699,36 miliar dari sebelumnya Rp664,95 miliar. Sementara itu, laba operasional  Perseroan melonjak 74,4% menjadi Rp17,51 miliar dibandingkan Rp10,04 miliar pada semester I 2025.

Manajemen MPPA berhasil menekan rugi bersih periode berjalan. Hingga akhir Juni 2026, rugi bersih Perseroan tercatat sebesar Rp33,07 miliar, turun 41,3% dibandingkan rugi bersih Rp56,29 miliar pada periode sama tahun lalu.

Manajemen menyebut pertumbuhan penjualan yang relatif konsisten turut mendorong perbaikan sejumlah indikator profitabilitas. Peningkatan laba bruto ditopang oleh perbaikan bauran penjualan, ragam produk, praktik pengadaan, serta pengelolaan biaya yang lebih baik.

Perseroan juga terus mencatat perbaikan indikator operasional sebagai hasil pelaksanaan berbagai program efisiensi dan penguatan bisnis.

MPPA berhasil menyelesaikan sejumlah langkah strategis selama semester I 2026. Salah satunya menempatkan Toko Mama di bawah PT Fortuna Optima Distribusi (FOD) sejak April 2026 guna menyelaraskan pengelolaan dan pengembangan bisnis ritel berbasis komunitas.

Perseroan mengakuisisi PT Sunshine Food International (SFI) dan PT Prima Cipta Lestari (PCL) melalui transaksi afiliasi senilai Rp34 miliar. Akuisisi tersebut memperluas kehadiran MPPA di bisnis katering dan restoran. Langkah ini juga diharapkan dapat mendukung bisnis ritel utama melalui pengembangan produk siap saji, layanan makanan, serta optimalisasi rantai pasok.

Selain itu, MPPA terus mengembangkan Tomorrow World, konsep shopping theme park yang menggabungkan unsur ritel, hiburan, dan pengalaman komunitas. Sepanjang 2026, pengembangan difokuskan pada perluasan kehadiran, penyelenggaraan kegiatan yang lebih konsisten, serta peningkatan efisiensi operasional.

Chief Executive Officer (CEO) MPPA, Adrian Suherman, dalam keterangan tertulis, Rabu 29 Juli 2026  mengatakan, kinerja semester I 2026 menunjukkan kemajuan yang terus berlanjut.

MPPA mencatat perbaikan secara tahunan pada sejumlah indikator keuangan utama selama semester pertama tahun 2026, yang mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam pelaksanaan operasional. Portofolio usaha yang semakin luas memberikan platform yang lebih besar untuk melayani berbagai segmen pelanggan dan menciptakan peluang pertumbuhan baru yang melengkapi kegiatan usaha ritel utama Perseroan.

“Kami akan berfokus pada integrasi bisnis-bisnis tersebut secara efektif serta memperkuat fondasi operasionalnya agar dapat memberikan kontribusi yang semakin berarti terhadap kinerja MPPA dari waktu ke waktu,” ujar Adrian.

Dari sisi aksi korporasi, MPPA juga telah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 17 Juni 2026 untuk pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas VIII dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD VIII).

Setelah proses PMHMETD VIII selesai, Perseroan mulai menggunakan dana hasil penawaran tersebut pada Juli 2026, termasuk untuk akuisisi aset. Dana tersebut diarahkan untuk memperkuat kapabilitas operasional, memperluas platform usaha, serta mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Ke depan, kata Adrian, MPPA akan tetap fokus meningkatkan penjualan, menjaga disiplin operasional, serta memperkuat produktivitas bisnis ritel utama. Perseroan juga akan melanjutkan integrasi dan pengembangan portofolio usaha yang lebih luas secara bertahap guna memperkuat fondasi bisnis dan meningkatkan kinerja berkelanjutan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pendapatan MAPA Tembus Rp10,1 Triliun, Laba Bersih Melejit 32% di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mempertahankan...

Laba Bersih MAPI Melonjak 26,9% Jadi Rp1,5 Triliun pada Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatat pertumbuhan...

Efek Aturan Komisi 8%, GOTO Revisi Target Gojek dan Naikkan Proyeksi GoPay

STOCKWATCH,ID (JAKARTA) – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (BEI:...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru