spot_img

Direktur OASA Gafur Sulistyo Umar Jual 57,12 Juta Saham Senilai Rp17,14 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Direktur PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), Ir. Gafur Sulistyo Umar, MBA, mengurangi kepemilikan sahamnya di perseroan melalui transaksi penjualan yang dilakukan pada 15 Juli 2026.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Jumat, 17 Juli 2026, Gafur menjual sebanyak 57,12 juta saham OASA dengan harga Rp300 per saham sehingga berhasil mengantongi dana sebesar Rp17,14 miliar.

Setelah transaksi tersebut, jumlah kepemilikan saham Gafur di OASA berkurang dari 2,24 miliar saham menjadi 2,18 miliar saham. Porsi kepemilikannya turun dari 35,26% menjadi 34,36%.

Dalam laporan itu disebutkan, transaksi dilakukan dengan status kepemilikan tidak langsung dan dikategorikan sebagai penjualan dalam skema repurchase agreement (repo). Tujuan transaksi tersebut adalah realokasi investasi.

Meski mengurangi kepemilikan saham, Gafur masih berstatus sebagai pengendali perseroan. Dalam laporan tersebut juga disebutkan pengendalian atas perusahaan tetap dipertahankan.

Laporan kepemilikan saham tersebut telah disampaikan langsung oleh Ir. Gafur Sulistyo Umar, MBA kepada OJK sesuai ketentuan POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka. “Dengan ini, saya ingin melaporkan bahwa saya telah memiliki saham Perusahaan Terbuka dengan rincian sebagai berikut,” tulis Gafur.

Pada perdagangan di BEI, Jumat 17 Juli 2026, saham OASA ditutup turun 2,44% menjadi Rp320 per unit dibanding sehari sebelumnya di Rp328 per unit. Selama perdagangan sepekan, saham OASA naik 3,22%. Jika dibandingkan antara harga 18 Juni 2026 sebesar Rp238 terhadap penutupan Jumat kemarin, maka saham OASA telah meningkat sebesar 34,45%.

PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) adalah perusahaan yang bergerak dalam industri energi, khususnya energi terbarukan. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2006 sebagai pedagang umum dan kontraktor. Perusahaan juga sempat bergerak di industri telekomunikasi sebelum mengalihkan bisnis utamanya ke industri energi pada tahun 2022.

Melalui anak perusahaannya, perusahaan bertujuan mengubah sampah menjadi energi dengan mengembangkan pembangkit listrik sampah menjadi energi di beberapa kota di Pulau Jawa, serta menyediakan energi biomassa dan jasa kontraktor ramah lingkungan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Hartarto Ciputra Borong 216,337 Juta Saham NASI, Porsi Kepemilikan Naik Jadi 5,81%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Hartarto Ciputra, salah seorang pemegang saham...

DEWA Dirikan 3 Anak Usaha Baru untuk Garap Bisnis Listrik, Infrastruktur, dan Hospitality

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memperluas...

Komisaris Blue Bird (BIRD) Lepas 52,56 Juta Saham Senilai Rp78,31 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Sri Adriyani Lestari Dr, Dewan Komisaris PT...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru